Kutai Timur: Petani kelapa sawit di lima wilayah dapil Kutai Timur—Karangan, Sangkulirang, Sandaran, Kaliorang, dan Kaubun—menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengembangkan usaha perkebunan mereka. Namun, mereka menghadapi kendala besar: sulitnya mendapatkan bibit sawit berkualitas.
Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Kutim, Shabaruddin, setelah ia melakukan reses di dapilnya. Dalam dialog bersama masyarakat, aspirasi mengenai kebutuhan bibit unggul menjadi topik yang sering dibahas.
“Petani sangat berharap ada dukungan dari pemerintah untuk menyediakan bibit unggul yang dapat meningkatkan hasil panen dan produktivitas kebun sawit mereka,” ungkap Shabaruddin.
Menurutnya, kelapa sawit merupakan sektor unggulan yang menopang perekonomian masyarakat setempat. Namun, tanpa bibit berkualitas, hasil panen para petani tidak maksimal, sehingga pendapatan mereka turut terpengaruh.
Shabaruddin menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah strategis, seperti memberikan subsidi bibit atau membangun kemitraan dengan perusahaan penyedia bibit unggul.
“Dukungan ini sangat diperlukan agar para petani dapat mengoptimalkan potensi kebun sawit mereka,” ujarnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, ia berkomitmen untuk membawa persoalan ini ke meja legislatif.
Ia menyatakan akan mendorong alokasi anggaran khusus dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2025 untuk program penyediaan bibit sawit berkualitas.
“Ini bukan hanya soal meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat sektor perkebunan yang menjadi salah satu pilar pembangunan daerah di Kutim,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mewujudkan program ini, sehingga petani dapat memanfaatkan potensi perkebunan kelapa sawit dengan maksimal.ADV