Top Banner
Adventorial DPRD PPU

Pentingnya Kemandirian Pangan Ditekankan oleh Muhammad Bijak Ilhamdani

640
×

Pentingnya Kemandirian Pangan Ditekankan oleh Muhammad Bijak Ilhamdani

Sebarkan artikel ini

PPU — Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Bijak Ilhamdani, menyoroti perlunya meningkatkan semangat masyarakat untuk bertani guna menghadapi tantangan pangan yang akan datang. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan dasar pangan di daerah ini masih sangat tergantung pada pasokan dari luar pada Selasa (29/10/2024).

“Semangat masyarakat untuk bertani perlu ditingkatkan, terutama dalam menghadapi masa depan ketika banyak orang berbondong-bondong datang ke IKN. Banyak yang beranggapan bahwa untuk menjadi bagian dari pembangunan di sana harus menjadi pegawai. Namun, mari kita lihat faktanya. Saat ini, mereka yang sudah masuk dan berkontribusi di sana adalah orang-orang yang memiliki kapasitas dan pengalaman lebih jauh dibanding kita,” ujar Bijak.

Ia menekankan bahwa kebutuhan pangan merupakan isu mendesak, terutama dengan adanya potensi lonjakan populasi akibat pembangunan IKN.

“Bayangkan, apa yang akan terjadi jika kita tidak mampu menghasilkan pangan kita sendiri? Saat ini saja, sebagian besar kebutuhan kita, seperti ayam yang didatangkan dari Banjarmasin, serta sayur dan beras dari daerah lain, masih bergantung pada pasokan luar,” terangnya.

Bijak menegaskan pentingnya membangun ketahanan pangan di PPU agar masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pokok. Ia percaya bahwa kemampuan untuk memproduksi pangan secara lokal akan menjawab tantangan di masa depan dan menggeser ketergantungan pada pasokan luar.

“Jika masyarakat PPU mampu memproduksi pangan sendiri, maka tantangan ini bisa segera terjawab. Paradigma ini perlu digeser, dan ini menjadi tugas kita untuk lima tahun ke depan,” tegasnya.

Bijak mengajak semua elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk berpartisipasi dalam meningkatkan produktivitas pertanian di PPU. Ia yakin bahwa semangat bertani akan berkontribusi positif terhadap kemandirian pangan di tengah pembangunan IKN dan arus migrasi yang meningkat. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *