Top Banner
Adventorial DPRD PPU

Sariman Soroti Kebersihan Lingkungan Basecamp Pekerja IKN dalam Menangani DBD

645
×

Sariman Soroti Kebersihan Lingkungan Basecamp Pekerja IKN dalam Menangani DBD

Sebarkan artikel ini

PPU – Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sariman, mengungkapkan bahwa mayoritas kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Sepaku menyerang pekerja yang terlibat dalam proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Hal ini dia ungkapkan seiring dengan penurunan kesadaran akan kebersihan lingkungan basecamp pekerja.

“Kasus DBD di Sepaku itu ternyata mayoritas yang terjangkit adalah para pekerja di IKN. Artinya, penularannya berasal dari lingkungan tersebut. Oleh karena itu, harapan saya adalah agar pihak IKN yang memiliki proyek di sana tidak hanya fokus bekerja tanpa memperhatikan kebersihan, baik di basecamp maupun tempat tinggal mereka. Mestinya, mereka juga memiliki waktu khusus untuk melakukan pembersihan,” jelas Sariman, Senin (18/11/2024).

Sariman menambahkan, setelah dilakukan pengecekan, ditemukan bahwa sebagian besar kasus DBD melibatkan pekerja yang bekerja pada proyek IKN. Bahkan, warga sekitar basecamp pekerja, seperti yang tinggal di Desa Bumi Harapan, juga terinfeksi, karena lokasi mereka yang sangat dekat dengan proyek.

“Ada masyarakat terdekat yang terdampak, misalnya di Desa Bumi Harapan, karena lokasinya paling dekat dengan IKN dan basecamp mereka. Penularannya masih lewat nyamuk,” tambah Sariman.

Meski langkah fogging sudah dilakukan, Sariman menegaskan bahwa itu bukan solusi utama. Menurutnya, menjaga kebersihan adalah hal yang lebih penting.

“Meskipun sudah dilakukan fogging, kalau kebersihannya tidak dijaga, ya sama saja. Yang lebih penting adalah mengantisipasi tempat berkembang biaknya nyamuk dengan menjaga kebersihan, khususnya di lingkungan kerja dan basecamp pekerja,” ungkapnya.

Sariman juga mengusulkan agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi di IKN menetapkan kebijakan khusus, yaitu menyediakan hari tertentu untuk melakukan pembersihan lingkungan secara berkala.

“Harapannya, harus ada kebijakan khusus dari perusahaan agar ada hari tertentu yang memang khusus untuk membersihkan lingkungan,” tutup Sariman. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *