Kronologi Kejadian
- Insiden terjadi 28 Juni 2025, saat pesawat Batik Air Boeing 737 (registrasi PK‑LDJ) melaksanakan pendaratan di Bandara Soekarno–Hatta tengah hujan deras. Ketika mendekati landasan, pesawat diterjang angin samping (crosswind) tiba‑tiba hingga miring cukup tajam .
- Video yang viral menunjukkan pesawat miring ke kanan beberapa detik, dengan bagian mesin hampir menyentuh permukaan runway sebelum akhirnya stabil dan mendarat selamat .
- Batik Air melalui Danang Mandala Prihantoro (Corporate Communications) memastikan bahwa semua prosedur penerbangan dan batas maksimum kecepatan angin masih terpenuhi. Setelah landing, pesawat langsung diperiksa dan dinyatakan tidak mengalami kerusakan struktural, sehingga layak melanjutkan operasional .
📋 Fakta Tambahan & Respons
- Angin samping diperkirakan mencapai kecepatan tinggi (lebih dari 25–30 knot), yang cukup menantang bagi landing normal, tetapi masih dalam batas aman untuk tipe pesawat ini .
- Tidak ada laporan penumpang cedera. Setelah insiden, semua penumpang dan kru dibawa ke tempat aman dan pesawat dikawal ke apron untuk pemeriksaan lanjutan ().
- Regulasi penerbangan dan data dari Kemenhub menunjukkan bahwa kru dan maskapai bersikap proaktif dan mengikuti SOP (standard operating procedures) yang ketat untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem seperti ini ().
🔍 Implikasi & Penekanan pada Keselamatan
- Crosswind landings adalah salah satu fase pendaratan paling berisiko, terutama di musim hujan. Insiden ini menekankan pentingnya:
- Pengawasan cuaca real‑time yang akurat.
- Pelatihan kru dalam manuver koreksi saat terjadi wind shear atau crosswind.
- Evaluasi dan optimalisasi operasional bandara terhadap kondisi cuaca ekstrim .
- Pendaratan masih dianggap aman karena mengikuti SOP, dan pesawat serta kru tetap dalam kondisi prima untuk melanjutkan rute berikutnya.