PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan variannya per 1 Juli 2025 sebagai bagian dari implementasi Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Harga baru berlaku mulai dini hari dan berbeda di tiap daerah, dengan kenaikan sebagai berikut :
Jenis BBM | Harga Baru (Rp/l) | Harga Lama (Rp/l) | Kenaikan |
Pertamax (RON 92) | 12.500 | 12.100 | +400 |
Pertamax Turbo (RON 98) | 13.500 | 13.050 | +450 |
Pertamax Green | 13.250 | 12.800 | +450 |
Dexlite | 13.320 | 12.740 | +580 |
Pertamina Dex | 13.650 | 13.200 | +450 |
Kenaikan ini juga diikuti oleh SPBU swasta seperti Shell dan BP, meski skala dan jenis BBM berbeda . Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite (Rp 10.000/l) dan Biosolar (Rp 6.800/l) tetap tidak berubah .
🔍 Penjelasan Detail:
- Skema Penyesuaian Harga
Kenaikan merujuk pada formula penetapan harga yang ditetapkan melalui Kepmen ESDM No. 245, sebagai revisi dari peraturan sebelumnya untuk mencerminkan fluktuasi harga minyak dan nilai tukar rupiah . - Cakupan Wilayah
Berlaku di banyak daerah termasuk Jakarta, Jawa, Bali, dan lainnya. Variasi harga di luar Jawa–Bali sedikit berbeda, namun tren umum menunjukkan kenaikan serupa . - BBM Subsidi Stabil
Harga Pertalite dan Biosolar tetap stabil, sehingga pengguna kendaraan berbahan bakar subsidi tidak terdampak secara langsung oleh keputusan ini .
💡 Implikasi bagi Masyarakat
- Pengendara individu dan logistik: Biaya operasional akan meningkat, terutama bagi sektor transportasi yang bergantung BBM nondis.
- Potensi penyesuaian tarif: Pelaku jasa seperti ojek online, transportasi umum, dan logistik mungkin menaikkan ongkos untuk menutupi kenaikan biaya.
- Strategi efisiensi: Masyarakat bakal terdorong untuk lebih hemat bahan bakar atau memanfaatkan transportasi umum/ramah lingkungan.
✅ Kesimpulan
- Harga BBM nonsubsidi resmi naik mulai 1 Juli 2025 sesuai regulasi ESDM.
- Pertamax series dan diesel mengalami kenaikan Rp 400–580 per liter.
- Subsidi tetap stabil, tidak berdampak langsung pada pengguna Pertalite/Biosolar.
- Dampak luasnya akan terasa di transportasi dan konsumsi BBM harian masyarakat.