KUTAI TIMUR – Ketua Komisi D DPRD Kutim, Julfansyah, menyatakan bahwa infrastruktur pendidikan dan kesehatan di Kutim masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Hal ini terungkap dalam wawancara eksklusif yang membahas berbagai masalah yang dihadapi sektor pendidikan dan kesehatan di wilayah Kutim, khususnya terkait dengan pembangunan yang belum selesai dan minimnya fasilitas medis.
Julfansyah menyoroti ketidakselesaian pembangunan bangunan sekolah yang menghambat kelancaran proses pendidikan di beberapa kecamatan. Misalnya, di SD 07 dan SD 08, yang sampai saat ini belum selesai meskipun sudah ada anggaran yang dialokasikan.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk menyelesaikan proyek-proyek tersebut.
“Banyak bangunan pendidikan yang belum selesai. SD 07, SD 08, semua itu tidak ada yang selesai. Duitnya ada, tapi belum cukup untuk menyelesaikan pembangunannya,” jelas Julfansyah.
Selain itu, Julfansyah juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi layanan kesehatan di Kutim.
Ia menuturkan bahwa rumah sakit terbesar di Morobengkar hanya memiliki satu dokter, yang mengakibatkan pelayanan kesehatan terbatas.
Pasien sering kali harus dirujuk ke kota lain seperti Samarinda untuk mendapatkan pengobatan yang memadai.
“Dokter tidak ada, rumah sakit pertama itu dokternya cuma satu. Kalau kita mau berobat, diberi obat dari Puskesmas, baru dikirim ke Samarinda,” ujar Julfansyah.
Sebagai solusi jangka panjang, Julfansyah berencana untuk memanggil Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai masalah ini dan menemukan solusi yang tepat.
Menurutnya, peningkatan fasilitas dan sumber daya di kedua sektor tersebut harus menjadi prioritas utama agar Kutim dapat berkembang lebih baik.
“Dengan anggaran yang besar ini, saya berharap pembangunan pendidikan dan kesehatan dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan harapan masyarakat,” tegasnya.
Julfansyah juga berharap pembangunan infrastruktur di sektor pendidikan dan kesehatan dapat lebih merata dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Kutim tanpa terkendala oleh masalah anggaran atau administrasi. (Adv)