Kutai Timur – Anggota DPRD Kutai Timur Pandi Widiarto mengingatkan generasi muda akan tantangan besar dalam memilih calon pemimpin di Pemilu 2024.
Ia menegaskan bahwa pemilih muda harus cerdas dalam memilih, tidak hanya terjebak dalam politik praktis yang mungkin menguntungkan dalam jangka pendek namun berpotensi merugikan di masa depan.
Menurutnya, penting bagi pemilih muda untuk memiliki wawasan yang lebih dalam terkait kebijakan pemerintah yang diusung oleh calon pemimpin, bukan sekadar pilihan yang mengedepankan kepentingan sesaat.
Pandi menjelaskan bahwa sosialisasi mengenai kebijakan pemerintah harus lebih inklusif dan menyeluruh, sehingga pemilih muda bisa memahami dampak jangka panjang dari kebijakan tersebut terhadap kehidupan mereka.
“Generasi muda harus memahami bahwa kebijakan yang baik tidak hanya menguntungkan dalam waktu singkat, tapi harus mampu membawa dampak positif bagi masa depan mereka dan masyarakat secara keseluruhan,” ungkap Pandi.
Ia juga menekankan bahwa para pemilih muda memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan, terutama dalam konteks kebijakan yang terkait dengan pendidikan, lapangan pekerjaan, dan peluang ekonomi.
Oleh karena itu, pemilih muda diharapkan lebih selektif dan kritis dalam memilih calon pemimpin yang dapat membawa perubahan signifikan untuk masa depan mereka.
Dengan pendekatan yang lebih edukatif dan berbasis informasi yang jujur, Pandi berharap generasi muda dapat menghindari godaan politik praktis dan lebih fokus pada keputusan yang berdampak positif dan berkelanjutan.
“Ini saatnya bagi anak muda untuk tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga agen perubahan yang membawa nilai-nilai pembangunan yang baik untuk daerahnya,” tutup Pandi.(Adv)