Kutai Timur – Pandi Widiarto, Anggota DPRD Kutai Timur, mengusulkan strategi kampanye yang lebih kreatif dan relevan untuk menarik perhatian generasi milenial dan Gen Z dalam Pemilu 2024.
Salah satu pendekatan yang ia soroti adalah melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam kegiatan kampanye.
Menurutnya, kolaborasi antara politik dan pelaku UMKM dapat menciptakan ikatan yang lebih dekat dengan masyarakat muda, yang saat ini semakin peduli terhadap ekonomi kreatif dan perkembangan usaha lokal.
Pandi memberikan contoh konkret tentang kampanye misalnya dengan mengundang pelaku UMKM di kedai kopi.
Dalam acara tersebut, para peserta diharapkan mampu memahami informasi tentang kebijakan pemerintah apalagi yang berkaitan dengan sesuatu yang membantu untuk keberlangsungan UMKM.
“Bantuan modal untuk UMKM adalah salah satu program yang sangat penting untuk perkembangan usaha muda di Kutai Timur. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap dapat memperkenalkan kebijakan yang relevan langsung kepada para pelaku UMKM, sekaligus memberi pemilih muda kesempatan untuk lebih terlibat dalam proses politik,” jelas Pandi.
Ia menambahkan bahwa generasi milenial dan Gen Z cenderung mencari kampanye yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga memberikan dampak langsung pada kehidupan mereka.
Dengan menggandeng UMKM, kampanye dapat lebih bermakna dan berdampak positif, serta meningkatkan partisipasi pemilih muda dalam Pemilu 2024.
Pandi juga berharap, dengan pendekatan kreatif dan kolaboratif ini, kaum milenial dan Gen Z tidak hanya menjadi penonton dalam proses politik, tetapi turut berperan aktif dalam mendorong perubahan di daerahnya.
Menurutnya, pemberdayaan ekonomi lokal dan inklusi sosial melalui UMKM dapat menjadi salah satu jalur penting untuk mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan. (Adv)