Top Banner
Berita

Pemkot Balikpapan Mengirim Surat ke Pertamina Pusat untuk Meminta Penambahan SPBU

24
×

Pemkot Balikpapan Mengirim Surat ke Pertamina Pusat untuk Meminta Penambahan SPBU

Sebarkan artikel ini

Di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kota Balikpapan, ada antrean panjang untuk membeli bahan bakar minyak.

Pemerintah Kota Balikpapan meminta PT Pertamina Pusat untuk menambah SPBU untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Wali Kota Balikpapan akan langsung mengirimkan surat permohonan kepada Pertamina. Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Balikpapan, Sri Hartini Anugraha, mengatakan, “Kami meminta tambahan SPBU bukan hanya dari PT Pertamina tetapi juga dari Pemkot.”

Karena jumlah SPBU saat ini hanya 14 unit, tidak sebanding dengan jumlah penduduk dan kendaraan di Kota Balikpapan, maka penambahan SPBU sangat diperlukan.

Selain itu, sebagai pusat Ibu Kota Negara (IKN) Kaltim, jumlah orang dan kendaraan di Kota Balikpapan terus meningkat.

Ungkapnya, “SPBU kita kurang sekali karena populasi Kota Balikpapan sekitar satu juta orang.”

Sebaliknya, pembangunan IKN menyebabkan banyak kendaraan dari luar Balikpapan masuk ke Balikpapan, sehingga mengganggu pasokan bahan bakar.

“Kami berharap dengan adanya surat permohonan, sehingga Pertamina dapat segera menambah jumlah SPBU, karena mereka menyedot kuota yang harusnya untuk warga Balikpapan.”

Investasi terhalang oleh harga tanah tinggi.

Menurut Arya Yusa Dwicandra, Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Pertamina telah membangun SPBU baru dan mengubah SPBG di Muara Rapak menjadi SPBU. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh panjangnya antrean kendaraan yang ingin mengisi BBM di SPBU di Balikpapan.

Saat ini sedang dibangun SPBU baru di Jalan MT Haryono, dekat tanjakan Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD). Selain itu, Pertamina juga memiliki rencana untuk mengubah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Muara Rapak menjadi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBU).

Menurut Arya Yusa Dwicandra, Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Jumat (1/12), “Masih didiskusikan bagaimana caranya agar SPBG di Muara Rapak menjadi SPBU tahun depan.”

Arya mengatakan bahwa jika SPBG tersebut menjadi SPBU, akan sangat membantu karena jumlah SPBU di Balikpapan saat ini hanya 14 sedangkan di Samarinda ada 30 SPBU.

Membangun SPBU baru memerlukan waktu: satu tahun untuk pengurusan izin dan satu tahun lagi untuk pembangunan. Selanjutnya diperlukan investor yang ingin menanamkan modal. Namun, harga tanah yang tinggi membuat investor mempertimbangkan kembali. Harga tanah bisa mencapai 7 juta rupiah per meter di kawasan perkotaan saja.

Banyak investor akan tertarik jika harga tanahnya murah. Namun, seperti yang kita lihat, tidak banyak peminatnya. Arya menyatakan bahwa investor lebih fokus pada IKN karena waktu yang cukup lama untuk membalikkan modal.

Pertamina dan pihak terkait, termasuk Pemkot Balikpapan dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), terus angkat bicara tentang penambahan SPBU. Ini termasuk kuota BBM untuk Balikpapan pada tahun 2024.

Arya mengatakan, “Kami khawatir akan antrean yang lebih panjang selama dua tahun ke depan jika SPBU ini tidak ditambahkan. Kami terus membahas masalah ini dengan pihak terkait lainnya.”

pertengahan bulan lalu, kami mengubah lokasi penjualan Pertalite untuk mengurangi lalu lintas di depan SPBU. Di SPBU Stalkuda dan Sepinggan, Pertamina Patra Niaga hanya menjual Pertalite untuk mobil roda dua. Di SPBU MT Haryono Dam dan SPBU Gunung Guntur, kendaraan roda empat dapat mengisi Pertalite.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *