Kutai Timur – Meski telah mendapatkan pelatihan, banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kutai Timur masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan usaha mereka secara maksimal.
Sekretaris Komisi B DPRD Kutai Timur, Leni Susilawati Anggaraini, menyatakan bahwa pelatihan saja tidak cukup; diperlukan pendampingan berkelanjutan agar UMKM bisa berkembang lebih baik dan konsisten di tengah persaingan yang semakin ketat.
Menurut Leni, selain modal, banyak pelaku UMKM di Kutim menghadapi kendala dalam mengelola bisnis, mulai dari permasalahan pemasaran hingga teknis produksi.
“Tidak cukup hanya memberikan pelatihan sesaat, perlu ada pendampingan yang lebih intensif dan berkelanjutan agar UMKM benar-benar berjalan optimal,” ujar Leni.
Ia menambahkan, pendampingan semacam ini juga bertujuan agar para pelaku usaha mikro dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang kini telah merambah dunia bisnis, termasuk dalam hal pemasaran dan pengemasan produk.
Selain pelatihan, Leni juga menyoroti pentingnya pemerintah memberikan fasilitas yang mendukung UMKM, seperti bantuan peralatan dan akses ke sertifikasi usaha.
Ia menyatakan bahwa berbagai peralatan untuk produksi serta dukungan dalam memperoleh izin atau sertifikat produk dapat membantu pelaku usaha lokal agar lebih kompetitif.
“Dengan adanya pendampingan dan dukungan fasilitas, kami berharap tidak ada lagi alasan bagi pelaku UMKM untuk tidak berkembang,” tambahnya.
Masalah pendampingan UMKM ini selaras dengan hasil survei yang menunjukkan bahwa 70% pelaku usaha kecil sering mengalami kesulitan mempertahankan usaha dalam jangka panjang tanpa adanya pendampingan.
Banyak pelaku UMKM yang kesulitan menyesuaikan diri dengan teknologi dan strategi pemasaran modern sehingga produk mereka tidak bisa bersaing di pasar yang lebih luas.
Dari sisi pemerintah daerah, Dinas Koperasi dan UMKM Kutim telah merencanakan untuk meningkatkan jumlah pendamping yang khusus ditugaskan membantu UMKM di berbagai sektor, termasuk kuliner, kerajinan tangan, dan pertanian lokal.
Dengan adanya sinergi antara DPRD, dinas terkait, dan pelaku usaha, Leni berharap UMKM Kutim bisa semakin mandiri dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian daerah.(Adv)