Top Banner
AdventorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

Penurunan Signifikan Lahan Sawah di Kaltim Jadi Tantangan Mewujudkan Ekonomi Hijau di Kutai Timur

408
×

Penurunan Signifikan Lahan Sawah di Kaltim Jadi Tantangan Mewujudkan Ekonomi Hijau di Kutai Timur

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur – Penurunan luas lahan sawah di Kabupaten Kutai Timur, yang tercatat mengalami penurunan sebesar 57% menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi D DPRD Kutai Timur, David Rante. Ia menyebutkan bahwa penurunan tersebut menjadi tantangan besar bagi visi ekonomi hijau dan biru yang sedang digagas oleh pemerintah daerah.

“Penurunan lahan sawah ini menjadi tantangan besar bagi visi Kabupaten Kutai Timur yang ingin mengembangkan ekonomi hijau dan biru,” kata David.

David mengakui bahwa meskipun penurunan lahan sawah menunjukkan adanya kesulitan dalam mempertahankan sektor pertanian berbasis padi, ia tetap berharap kebijakan yang tepat akan memungkinkan perkembangan sektor-sektor lain, seperti ekonomi hijau dan biru, untuk tetap berjalan sesuai rencana.

“Penurunan lahan sawah ini memang tidak mudah diatasi, namun kita harus melihatnya sebagai bagian dari tantangan yang harus kita hadapi dengan cara yang lebih holistik,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan ketahanan pangan yang tetap terjaga, David juga menekankan pentingnya perhatian lebih terhadap sektor pertanian yang terancam oleh berkurangnya luas lahan. Ia menilai bahwa transisi menuju ekonomi hijau dan biru memang bukanlah hal yang mudah, meskipun optimisme tetap terjaga.

David juga menyadari bahwa pencapaian tersebut memerlukan langkah-langkah strategis yang tak bisa dilakukan terburu-buru. Oleh karena itu, ia berharap agar pemerintah dan seluruh stakeholder di Kutai Timur bekerja bersama-sama untuk menghadapinya dengan bijaksana, sekaligus menjaga keberlanjutan alam.

“Walaupun lahan pertanian menurun, kita yakin ekonomi Kutai Timur tetap bisa bergerak maju dengan menciptakan sektor-sektor baru yang lebih ramah lingkungan,” tutupnya. (SH/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *