Kutai Timur – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Kutai Timur, David Rante, menyoroti progres serapan anggaran APBD yang baru mencapai sekitar 30% pada penghujung tahun 2024. Menurutnya, meskipun anggaran untuk pembangunan fisik belum sepenuhnya terealisasi, penyerapan anggaran secara keseluruhan sudah mencapai 80%, mencerminkan adanya beberapa program yang sudah berjalan meskipun belum sepenuhnya diselesaikan.
“Memang, untuk pembangunan fisik belum sepenuhnya selesai, namun jika kita lihat secara keseluruhan, penyerapan anggaran sudah mencapai sekitar 80%. Banyak pekerjaan yang sudah selesai, tetapi belum ditagihkan, yang menyebabkan angka serapan anggaran masih terlihat rendah pada saat ini. Oleh karena itu, kita masih harus menunggu laporan yang lebih lengkap di akhir tahun,” jelas David.
David menambahkan bahwa meskipun anggaran sudah dialokasikan dan kegiatan telah dimulai, sejumlah proyek besar, terutama yang melibatkan pembangunan fisik, sering kali menyelesaikan tahapan pekerjaannya di penghujung tahun. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk proses administrasi yang harus dilalui sebelum pembayaran atau tagihan dapat dilakukan.
Sebagai anggota Komisi D, David juga menekankan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan anggaran, terutama menjelang akhir tahun. Ia menilai bahwa meskipun progres terlihat lambat pada beberapa bulan pertama, banyak proyek yang dijadwalkan akan rampung pada akhir tahun, dengan anggaran yang digunakan secara signifikan pada bulan Oktober dan November.
“Di akhir tahun, terutama pada bulan Oktober hingga November, kita akan melihat progres yang sangat signifikan. Banyak kegiatan yang sudah dilaksanakan, namun pembayaran atau tagihannya baru akan masuk pada akhir tahun,” tambah David.
Ia mengungkapkan bahwa pengawasan terhadap penggunaan anggaran akan semakin intensif pada akhir tahun, terutama terkait dengan laporan kinerja pemerintah daerah (LKPD) yang akan diserahkan untuk evaluasi. Menurut David, evaluasi serapan anggaran akan dilakukan secara menyeluruh, dengan fokus pada bagaimana proyek-proyek yang ada dilaksanakan sesuai dengan anggaran yang telah disetujui.
David juga mengingatkan bahwa meskipun banyak program yang berjalan, masih ada beberapa tantangan dalam pencapaian target serapan anggaran, terutama pada proyek-proyek besar dan pembangunan fisik yang memerlukan waktu lebih lama untuk diselesaikan. Oleh karena itu, ia berharap evaluasi yang ketat dilakukan agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin dan tidak ada dana yang terbuang sia-sia.
Dengan pengawasan yang lebih intensif dan evaluasi yang dilakukan secara transparan, David optimistis bahwa serapan anggaran APBD akan meningkat secara signifikan di akhir tahun, dan proyek-proyek yang belum selesai akan dapat diselesaikan tepat waktu.ADV