Pada 3 Juli 2025, DPR AS menyetujui RUU ambisius ala Trump yang dikenal sebagai One Big Beautiful Bill, menandakan keberhasilan legislatif besar pertama di masa jabatan kedua presiden tersebut . Dengan suara tipis 218–214, RUU ini memperluas secara permanen potongan pajak Trump 2017, membuka keringanan pajak untuk tips dan lembur, serta menaikkan plafon potongan pajak daerah sebesar sementara .
Di sisi pengeluaran, RUU ini mengalokasikan dana besar untuk pertahanan dan keamanan perbatasan—termasuk rencana pembangunan tembok perbatasan, serta pengetatan penegakan imigrasi (). Sebagai kompensasi, ada pemangkasan signifikan di program sosial seperti Medicaid dan SNAP, yang diperkirakan akan membuat jutaan orang kehilangan akses layanan kesehatan dan bantuan pangan.
Menurut Kantor Anggaran Kongres (CBO), kebijakan ini dapat menambah utang negara hingga sekitar US $3 triliun dalam dekade mendatang dan sekitar 12 juta orang rentan kehilangan asuransi kesehatan (). Kritik tajam datang dari beragam pihak; para demokrat menyebutnya “Pengkhianatan balik Robin Hood”, sementara analis memperingatkan potensi tekanan inflasi, peningkatan bunga, dan penutupan rumah sakit di daerah pedesaan.
Trump—yang menjuluki RUU ini sebagai ‘Declaration of Independence from national decline’—merayakan kemenangan legislatif ini pada acara rally dan menegaskan bahwa RUU tersebut akan mewujudkan agenda America First-nya . Namun beberapa eksponen Partai Republik konservatif pun khawatir RUU ini akan memicu backlash publik, terutama menjelang pemilu paruh waktu dan pemilu mendatang.