Stadion Utama Palaran di Samarinda, Kalimantan Timur, kini sedang menjalani renovasi besar-besaran untuk mengembalikannya ke status sebagai fasilitas olahraga bertaraf internasional. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), berupaya memastikan stadion ini bisa menjadi tuan rumah bagi berbagai ajang olahraga bergengsi.
Junaidi, Kepala UPTD Pengelola Prasarana Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, menjelaskan bahwa renovasi Stadion Palaran akan dilakukan dalam dua tahap utama. Tahap pertama mencakup perbaikan kecil yang berupa pemeliharaan rutin fasilitas stadion, sedangkan tahap kedua melibatkan renovasi besar pada struktur utama stadion, termasuk sistem pencahayaan, lapangan, dan fasilitas lainnya yang memerlukan pembaruan teknis. Dispora Kaltim bertanggung jawab atas pemeliharaan fasilitas sehari-hari, sementara perbaikan besar akan dikerjakan oleh Dinas PUPR.
Dengan kapasitas 35.000 penonton, renovasi ini bertujuan agar Stadion Palaran dapat memenuhi standar internasional, khususnya kategori A, yang memungkinkan stadion ini menjadi lokasi untuk penyelenggaraan kejuaraan olahraga internasional. Junaidi optimis proyek renovasi ini akan sukses, dengan catatan adanya dukungan anggaran yang memadai untuk mewujudkan standar internasional yang ditargetkan.
Koordinasi yang kuat antara Dispora dan PUPR menjadi kunci dalam memastikan bahwa seluruh aspek teknis, mulai dari kualitas rumput lapangan, pencahayaan, hingga fasilitas pendukung, sesuai dengan standar internasional, termasuk yang ditetapkan oleh FIFA. Setelah renovasi selesai, Stadion Palaran diharapkan menjadi venue utama untuk berbagai pertandingan besar dan event internasional, yang dapat menarik perhatian global.
Selain memperkokoh identitas Kalimantan Timur sebagai pusat olahraga, renovasi ini diharapkan juga membawa dampak positif bagi perkembangan olahraga di Indonesia. Junaidi menambahkan bahwa stadion yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Kaltim ini tidak hanya akan memberikan kebanggaan lokal, tetapi juga menyumbang pada kemajuan olahraga Indonesia di kancah internasional.