Pada Rabu (3 Juli 2025), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa Pemerintah sangat berkomitmen menjaga pelaksanaan APBN 2025 dengan prinsip kehati-hatian (prudent), kredibel, dan responsif dalam menghadapi dinamika global serta prioritas nasional baru yang ditetapkan Presiden .
⚙️ Strategi Utama:
- APBN sebagai Alat Stabilitas
Digunakan sebagai “shock absorber” dan instrumen countercyclical untuk menjaga ekonomi nasional tetap stabil dan daya beli masyarakat tetap kuat . - Prioritas Program Sosial dan Infrastruktur
Mendukung berbagai prioritas Presiden seperti layanan makan bergizi gratis, revitalisasi sekolah, pemeriksaan kesehatan gratis, pengembangan Koperasi Merah Putih, dan pembangunan hunian rakyat . - Manajemen Defisit & Pendanaan
DPR telah menyetujui defisit anggaran di kisaran 2,78 % dari PDB, serta penggunaan SAL (Saldo Anggaran Lebih) untuk menutupi sebagian kebutuhan, termasuk harmonisasi pengeluaran antara pusat dan daerah . - Optimalisasi Penerimaan Negara
Pemerintah bertekad mencapai target melalui intensifikasi penerimaan pajak, bea cukai, dan PNBP, sebagai penopang keberlanjutan fiskal . - Koordinasi & Sinergi
Kemenkeu mengapresiasi dukungan DPR melalui Badan Anggaran, serta aktif meningkatkan koordinasi antara belanja pusat dan daerah untuk memastikan efektivitas dan kualitas pengelolaan APBN