Top Banner
Adventorial DPRD PPU

Tak Kunjung Usai, DPRD PPU Tekankan Pemda Tuntaskan Masalah Banjir di Sekolah

623
×

Tak Kunjung Usai, DPRD PPU Tekankan Pemda Tuntaskan Masalah Banjir di Sekolah

Sebarkan artikel ini

PPU – Masalah banjir merupakan salah satu bencana alam yang dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan sekitar.

Tak terkecuali jika banjir melanda di kawasan sekolah, hal itu dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Salah satu dampak banjir yang dirasakan oleh anak sekolah adalah di SMP N 1 Penajam. Untuk itu, DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tekankan Pemerintah Daerah beri perhatian khusus terhadap masalah drainase yang menjadi sumber utama banjir.

Anggota DPRD PPU, Muhammad Bijak Ilhamdani menyoroti masalah drainase yang mengakibatkan banjir di SMPN 1 Penajam dan di sejumlah sekolah di PPU.

Bijak mengingatkan perlunya perhatian serius terhadap sarana dan prasarana pendidikan, seperti drainase yang mempunyai fungsi besar dalam fasilitas pendidikan, agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu akibat banjir.

“Saya pikir, saat Dinas Pendidikan melakukan pembahasan anggaran, perlu ada rencana konkret untuk mengatasi masalah drainase,” kata Bijak sapaan akrabnya, Rabu (25/09/2024).

Dijelaskannya, bahwa permasalahan banjir di SMPN 1 bukanlah hal yang baru. Fenomena banjir ini talah berlangsung lama, bahkan sejak ia masih menempuh pendidikan di sekolah tersebut dan hingga saat ini belum ada solusi konkret dalam menyelesaikannya.

“Hujan sifatnya tidak permanen, terkadang di musim tertentu masalah ini sering diabaikan. Namun, ke depan kita harus lebih fokus, karena kondisi ini bisa mengganggu aktivitas belajar. Di musim hujan tertentu, bahkan ada sekolah yang diliburkan, dan itu tentu menjadi masalah,” bebernya.

Bijak menekankan agar pihak terkait segera melakukan identifikasi terhadap sekolah-sekolah yang berisiko terdampak banjir ketika musim hujan tiba.

“Buatlah prioritas mana yang bisa ditangani secara simultan, dan mana yang harus ditangani secara makro atau mikro. Nanti tinggal Dinas Pendidikan yang fokuskan, karena ini berkaitan langsung dengan sarana dan prasarana,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *