PENAJAM – Kebutuhan infrastruktur dasar berupa Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan perdesaan dan wilayah pelosok Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Hingga saat ini, masih banyak ruas jalan poros kabupaten serta jalur permukiman warga yang belum tersentuh penerangan yang memadai, sehingga berpotensi memicu kerawanan kecelakaan lalu lintas maupun gangguan keamanan pada malam hari.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten PPU, Agus Dahlan, menyatakan usulan dan permohonan pemasangan lampu jalan terus mengalir deras dari aparat pemerintah desa serta perwakilan masyarakat setempat. Berdasarkan hasil rekapitulasi data inventarisasi resmi di kantornya, akumulasi permohonan PJU yang masuk dari berbagai pelosok desa kini telah menembus angka ribuan titik.
“Sangat banyak sekali kebutuhan PJU kita, terutama untuk akses di desa-desa serta jalur-jalur jalan kabupaten. Kalau dihitung dari permohonan yang masuk ke kami dari beberapa desa, totalnya kurang lebih ada sekitar 2.000 titik PJU yang diminta oleh warga,” ungkap Agus, Kamis (15/10/2026).
Kendati demikian, Agus menerangkan bahwa angka 2.000 titik tersebut baru mencakup usulan tertulis formal yang diajukan oleh sebagian desa saja. Secara faktual di lapangan, jumlah ruas jalan lingkungan yang masih dalam kondisi gelap gulita diperkirakan jauh melampaui angka rekapitulasi yang tercatat saat ini.
“Artinya memang banyak sekali jalan-jalan kita yang masih gelap,” terang Agus memaparkan kondisi riil lapangan saat ini.
Namun, tingginya ekspektasi publik ini harus terbentur oleh keterbatasan fiskal daerah. Pihak Dishub PPU secara terbuka mengaku belum sanggup merealisasikan permohonan pengadaan lampu baru tersebut dalam waktu dekat menyusul adanya kebijakan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara menyeluruh.
“Kalau kita mau penuhi seluruh kebutuhan tersebut sebenarnya idealnya butuh sangat banyak. Tetapi untuk sementara ini kita terpaksa hanya fokus pada pemeliharaan jaringan yang sudah ada saja, karena anggaran daerah kita sedang dalam kondisi efisiensi,” pungkasnya. (Adv)













