Top Banner
AdventorialKutim

Hilirisasi Komoditas Jadi Langkah Strategis Tingkatkan Nilai Tambah Produk Kutai Timur

331
×

Hilirisasi Komoditas Jadi Langkah Strategis Tingkatkan Nilai Tambah Produk Kutai Timur

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat strategi pengembangan ekonomi daerah melalui hilirisasi komoditas unggulan. Upaya tersebut dibahas bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam Rapat Kerja Teknis Hilirisasi Potensi Komoditi dan Peluang Pasar Ekspor Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim.

Rapat yang digelar secara luring dan daring itu diikuti sekitar 75 peserta, terdiri atas perangkat daerah provinsi dan kabupaten, pelaku usaha eksportir, BUMDes, hingga Ekspor Center Balikpapan. Pemerintah Kabupaten Kutim diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekobang) Seskab Kutim Noviari Noor, sedangkan Pemerintah Provinsi Kaltim diwakili Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Heni Purwaningsih.

Noviari Noor menegaskan bahwa pengembangan hilirisasi merupakan langkah penting untuk meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah. Menurutnya, berbagai potensi yang dimiliki Kutim perlu diolah lebih lanjut agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sebelum dipasarkan.

“Hilirisasi merupakan keharusan agar komoditas seperti pisang, kakao, aren, hingga nanas memiliki nilai tambah tinggi dan mampu menembus pasar ekspor secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain mendorong pengolahan produk, pemerintah juga menilai ketersediaan data industri yang akurat melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) menjadi faktor penting dalam penyusunan kebijakan pengembangan sektor industri dan ekspor.

Dalam rapat tersebut, pemerintah mengidentifikasi sejumlah komoditas yang berpotensi dikembangkan, antara lain amplang, kakao, pisang, gula aren, hasil perikanan, hingga nanas serta pemanfaatan serat daunnya. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila didukung penguatan industri pengolahan dan perluasan akses pasar.

Melalui sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pelaku usaha, dan lembaga pendukung, rapat kerja teknis ini diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk mempercepat hilirisasi komoditas unggulan. Upaya tersebut sekaligus diarahkan guna meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas peluang ekspor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutai Timur secara berkelanjutan.(adv)

Total Views: 319

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *