Top Banner
AdventorialKutim

Dorong Kepatuhan Investasi, Bupati Kutai Timur Targetkan Realisasi Rp18,4 Triliun pada 2026

380
×

Dorong Kepatuhan Investasi, Bupati Kutai Timur Targetkan Realisasi Rp18,4 Triliun pada 2026

Sebarkan artikel ini

SANGATTA — Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa kepatuhan pelaku usaha dalam melaporkan investasi melalui sistem Online Single Submission (OSS) merupakan fondasi penting dalam menggerakkan roda pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Sosialisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) bagi pelaku usaha UMK dan Non-UMK di Sangatta.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim ini bertujuan memberikan edukasi teknis agar pelaku usaha mampu menyusun dan menyampaikan LKPM secara akurat dan tepat waktu, sehingga terhindar dari sanksi administratif.

Kepala DPMPTSP Kutim, Novian Prananta, melaporkan bahwa realisasi investasi Kutim pada tahun 2025 melampaui target yang ditetapkan. Dari target Rp12,5 triliun, realisasinya menembus angka Rp20,07 triliun atau mencapai 160,06 persen. Capaian impresif ini menempatkan Kutim sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi kedua di Kalimantan Timur.

Memasuki tahun 2026, Pemkab Kutim memasang target investasi yang lebih ambisius, yakni sebesar Rp18,42 triliun. Hingga triwulan pertama, realisasi investasi tercatat telah mencapai Rp3,18 triliun atau sekitar 17,28 persen.

Menanggapi capaian tersebut, Bupati Ardiansyah menyatakan bahwa keberhasilan investasi tidak sekadar diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga komitmen terhadap regulasi.

“LKPM sangat penting karena menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, memetakan potensi investasi, sekaligus memastikan pelayanan kepada dunia usaha berjalan tepat sasaran,” ujar Ardiansyah.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga memaparkan kabar strategis terkait pengembangan infrastruktur konektivitas daerah. 

Bandara Tanjung Bara kini telah mulai melayani penerbangan penumpang umum untuk rute Balikpapan–Jakarta melalui sinergi antara Pemkab Kutim, PT Kaltim Prima Coal (KPC), dan Dinas Perhubungan.

Kehadiran bandara ini diyakini akan mendongkrak daya saing daerah dan mempermudah mobilitas investor. Terlebih, PT KPC bersama perguruan tinggi saat ini tengah mengkaji perpanjangan landasan pacu dan perluasan terminal agar dapat mengakomodasi pesawat berbadan lebih besar.

Pemkab Kutim juga terus mendorong diversifikasi ekonomi agar tidak terlalu bertumpu pada sektor pertambangan yang saat ini masih mendominasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sekitar 70 persen. Sektor-sektor potensial seperti pertanian, perikanan, pariwisata, industri kreatif, serta pengolahan hasil perkebunan (seperti kakao dan nanas) menjadi fokus pengembangan ke depan guna menciptakan pemerataan ekonomi yang berkelanjutan.

Menutup arahannya, Bupati mengajak seluruh pelaku usaha untuk senantiasa transparan dan tertib administrasi dalam melaporkan data investasinya melalui sistem OSS demi mewujudkan iklim investasi yang berkualitas dan berdaya saing di Kutai Timur.(adv)

Total Views: 364

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *