Top Banner
AdventorialKutim

Ketika Kas Desa Mengetat, Roda Sepak Bola di Kaubun Tetap Bergulir

506
×

Ketika Kas Desa Mengetat, Roda Sepak Bola di Kaubun Tetap Bergulir

Sebarkan artikel ini

Kaubun – Sorak-sorai penonton kembali membahana di Stadion Buaya Rapak, Kecamatan Kaubun, Kutai Timur. Di atas rumput lapangan tersebut, denyut olahraga warga kembali bergairah lewat gelaran Turnamen Sepak Bola Bumi Rapak Cup 2026. Namun, di balik riuhnya 40 tim lokal yang berlaga memperebutkan total hadiah pembinaan sebesar Rp125 juta, ada cerita tentang siasat menjaga tradisi warga di tengah ketatnya ikat pinggang anggaran pemerintah desa.

Turnamen yang menjadi ruang riung masyarakat Kaubun ini nyaris terancam surut jika hanya mengandalkan pola lama. Namun, adaptasi dan kolaborasi lintas sektor berhasil menyelamatkannya—bahkan membuatnya tumbuh lebih besar.

Siasat di Tengah Efisiensi Anggaran

Penyelenggaraan Bumi Rapak Cup tahun ini menandai pergeseran pola pendanaan yang signifikan. Pada edisi 2025, turnamen ini sepenuhnya disokong oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dan diikuti oleh 28 tim. Memasuki tahun 2026, ketika kebijakan efisiensi anggaran pemerintah mulai mempersempit ruang gerak kas desa, panitia dituntut memutar otak.

Kepala Desa Bumi Rapak sekaligus Ketua Panitia, Padil Hidayat, mengungkapkan bahwa langkah merangkul sektor swasta menjadi jalan keluar rasional agar panggung olahraga warga tidak terhenti.

“Tahun lalu kegiatan ini murni melalui APBDes. Tahun ini karena ada efisiensi, kami berkoordinasi dengan PT Indexim Coalindo sehingga kegiatan tetap bisa terlaksana melalui kolaborasi,” kata Padil.

Keputusan menjemput bola ini berbuah manis. Selain menjamin kelangsungan turnamen tanpa membebani keuangan desa, kemitraan ini justru mendongkrak antusiasme peserta. Jumlah tim yang berpartisipasi melonjak dari 28 tim pada tahun sebelumnya menjadi 40 tim pada edisi kali ini.

Komitmen Sektor Swasta di Ring Satu

Bagi dunia usaha, partisipasi dalam kegiatan sosial-kemasyarakatan bukan sekadar gugur kewajiban, melainkan bagian dari menjaga modal sosial di wilayah operasional mereka. PT Indexim Coalindo, yang beroperasi di wilayah ring satuKecamatan Kaubun, menyambut terbuka ajakan kolaborasi dari pemerintah desa.

Direktur Operasional PT Indexim Coalindo, Anderson Khwan, menegaskan bahwa dukungan penuh terhadap turnamen ini—termasuk penyediaan seluruh dana pembinaan—merupakan wujud nyata komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat sekitar.

“Kami percaya kegiatan ini bukan hanya pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi masyarakat. Kami siap mendukung kegiatan-kegiatan berikutnya,” ujar Anderson.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif swasta diharapkan dapat menjaga hubungan harmonis antara perusahaan, pemerintah daerah, dan warga, sehingga program-program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Model Gotong Royong Pembangunan Daerah

Sinergi yang terbangun di Bumi Rapak mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten. Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menilai pola kerja sama ini sebagai model ideal penyelesaian keterbatasan anggaran publik melalui partisipasi aktif sektor swasta.

Menurut Mahyunadi, pendekatan gotong royong semacam ini perlu direplikasi di wilayah lain agar keberadaan perusahaan-perusahaan skala besar di Kutai Timur dapat memberikan dampak langsung yang dirasakan oleh warga.

“Kalau perusahaan dan pemerintah bisa bergotong royong seperti ini, masyarakat yang akan menikmati manfaatnya. Ke depan saya berharap perusahaan-perusahaan lainnya juga ikut berpartisipasi sehingga kegiatan seperti ini semakin besar,” tutur Mahyunadi.

Langkah kolaboratif ini menjadi bukti bahwa efisiensi anggaran tidak selalu berarti penurunan kualitas kegiatan publik. Ketika pintu APBDes menyempit, pintu kemitraan strategis dengan sektor swasta bisa menjadi pendorong utama bagi pembangunan pemuda, olahraga, dan pemberdayaan masyarakat di tingkat tapak.(adv)

Total Views: 488

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *