Top Banner
AdventorialKutim

Program Rumah Rehab Gizi Kutim Dilanjutkan Usai Tunjukkan Hasil Positif

343
×

Program Rumah Rehab Gizi Kutim Dilanjutkan Usai Tunjukkan Hasil Positif

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan melanjutkan program Rumah Rehab Gizi (RRG) Stunting Kecamatan Sangatta Utara ke Siklus III pada Agustus hingga September 2026. Kelanjutan program dilakukan setelah pelaksanaan Siklus II menunjukkan perubahan positif pada sejumlah balita yang mengikuti pendampingan.

Siklus II RRG dijadwalkan rampung pada akhir Juli 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat penanganan stunting dan gizi kurang melalui pendampingan yang lebih intensif dan terukur. 

Pada Kelas Balita Siklus II, sebanyak delapan balita berusia 12–24 bulan mengikuti kegiatan bersama enam orang tua atau wali. Materi yang diberikan bertema “Pertumbuhan dan Perkembangan Balita”. 

Auliya Ayuni selaku narasumber mengatakan pelaksanaan Siklus II mencatat perubahan yang cukup signifikan. Sejumlah anak mengalami peningkatan pertumbuhan fisik dan perkembangan sensorik. Pola makan serta waktu istirahat mereka juga disebut semakin teratur.

“Alhamdulillah, pada siklus kedua ini terdapat perubahan yang cukup signifikan. Beberapa anak mengalami peningkatan pertumbuhan fisik maupun perkembangan sensorik. Pola makan dan istirahat mereka juga makin teratur,” ungkap Auliya. 

Atas hasil evaluasi medis, durasi pendampingan diperpanjang menjadi 56 hingga 57 hari. Pemantauan pertumbuhan dilakukan secara ketat setiap pekan. Durasi tersebut lebih panjang dibandingkan siklus pertama yang hanya berlangsung 14 hari. 

Kepala Puskesmas Teluk Lingga, drg Sri Endrayati, mengatakan pendampingan selama 56 hari memberikan hasil yang lebih signifikan terhadap kenaikan berat badan dan kondisi fisik anak.

“Siklus pertama dulu hanya 14 hari. Namun, evaluasi bersama dokter spesialis anak menunjukkan bahwa pendampingan 56 hari memberikan kenaikan berat badan dan perbaikan kondisi fisik yang jauh lebih signifikan,” tambahnya. 

Di RRG, balita mendapatkan pendampingan mulai pagi hingga pukul 14.00 Wita. Mereka memperoleh asupan gizi seimbang selama di lokasi dan makanan bernutrisi untuk dikonsumsi sore hari di rumah. 

Program ini juga didukung kader kesehatan, Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara, anggaran operasional Pemkab Kutim, serta kontribusi PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Pamapersada Nusantara (PAMA).(adv)

Total Views: 329

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *