Top Banner
AdventorialKutim

52 Pemuda Rimba Bangun Jaya Gotong Royong Gelar Pentas Budaya

347
×

52 Pemuda Rimba Bangun Jaya Gotong Royong Gelar Pentas Budaya

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Sebanyak 52 anggota Pemuda Rimba Bangun Jaya terlibat dalam persiapan Pentas Seni Budaya di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur (Kutim). Kegiatan tersebut dipersiapkan secara gotong royong selama sekitar tiga bulan bersama masyarakat.

Ketua Pemuda Rimba Bangun Jaya, Zainal, mengatakan setiap anggota memiliki talenta masing-masing dan dilibatkan dalam berbagai proses persiapan. Menurutnya, kebersamaan menjadi bagian penting dari kegiatan karena tujuan pentas tidak hanya menampilkan pertunjukan seni.

“Anggota Pemuda Rimba ini ada 52 orang. Masing – masing dengan talenta mereka. Yang kami bangun bukan hanya acara semalam, tetapi semangat kebersamaan. Saat latihan, menyiapkan panggung, sampai acara berlangsung, semua saling membantu. Persiapannya bisa sampai tiga bulan. Itu juga bagian dari budaya yang ingin kami jaga. ” katanya. 

Pentas seni tersebut dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Plt Camat Kaliorang Pitriani, Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta Kepala Desa Bangun Jaya Supanjen. Kegiatan menjadi wadah generasi muda untuk menjaga budaya dan kearifan lokal di tengah arus modernisasi. 

Dalam kegiatan itu, masyarakat disuguhi berbagai pertunjukan seni. Salah satunya Tarian Topeng Ireng dari Magelang, Jawa Tengah, yang dipadukan dengan musik tradisional. Ratusan warga hadir dan memberikan sambutan antusias terhadap pertunjukan tersebut. 

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengapresiasi inisiatif Pemuda Rimba yang telah menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda sejak 2015. Ia menilai kegiatan budaya dapat menjadi sarana untuk mempertahankan jati diri di tengah perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi.

“Kita ingin Kutai Timur maju, tetapi kemajuan itu harus tetap berpijak pada budaya dan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu. Jangan sampai kita maju secara fisik, tetapi kehilangan rasa kebersamaan, kepedulian, dan semangat saling menghargai yang menjadi kekuatan masyarakat kita,” katanya. 

Menurut Ardiansyah, kegiatan seni juga mengajarkan generasi muda tentang tanggung jawab, kerja sama, kedisiplinan, menghargai perbedaan, dan keberanian tampil. 

Zainal berharap budaya terus dipraktikkan dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya melalui keterlibatan langsung anak muda.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 331

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *