Top Banner
AdventorialKutim

20 Putra-Putri Kutai Timur Disiapkan Jadi Tenaga Ahli Transportasi Melalui Program Beasiswa Kedinasan

322
×

20 Putra-Putri Kutai Timur Disiapkan Jadi Tenaga Ahli Transportasi Melalui Program Beasiswa Kedinasan

Sebarkan artikel ini

SEMARANG – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan jalur pengembangan sumber daya manusia (SDM) bidang transportasi melalui program beasiswa ikatan dinas Pola Pembibitan (Polbit) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sebanyak 20 putra-putri daerah akan mendapatkan kesempatan pendidikan dalam dua tahap mulai 2027.

Kerja sama tersebut resmi ditandai melalui penandatanganan MoU antara Pemkab Kutim dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kemenhub di Aula Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menandatangani MoU bersama Kepala BPSDMP Kemenhub, Suharto. Kesepakatan kemudian ditindaklanjuti melalui PKS yang ditandatangani Sekretaris Kabupaten Kutim, Rizali Hadi, bersama pihak Politeknik Transportasi Darat Indonesia-Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI-STTD) Bekasi. 

Melalui kerja sama itu, Kutim memperoleh kuota 10 orang untuk pendidikan Diploma III (D3) pada 2027. Pada 2028, kuota kembali diberikan sebanyak 10 orang untuk program Diploma IV (D4). Alokasi tersebut disebut sebagai yang terbesar dibandingkan daerah lain, yang rata-rata hanya memperoleh dua hingga lima orang.

Sekretaris Dishub Kutim, Masrianto Suriansyah, mengatakan program tersebut menjawab kebutuhan SDM ahli di sektor transportasi. Selama ini, Dishub Kutim harus menangani pelayanan transportasi pada tiga matra, yakni darat, laut, dan udara, dengan keterbatasan personel.

“Persoalan keterbatasan SDM hari ini resmi terjawab dan dibuktikan melalui kebijakan Bapak Bupati dan Pemkab Kutim. Menurut kami, paket birokrasi yang hadir sangat lengkap dan ideal Bupati menandatangani MoU dan langsung ditindaklanjuti Pak Sekda lewat PKS,” ujar Masrianto. 

Menurutnya, pola pembibitan menjadi langkah strategis karena pendidikan dirancang untuk menghasilkan tenaga teknis yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Lulusan program juga memiliki ikatan dinas dengan pemerintah daerah.

“Ikatan dinasnya sangat jelas. Melalui program pola pembibitan pemda/daerah lulusan PTDI-STTD asal Kutai Timur akan langsung ditempatkan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS) dilingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Timur tanpa memotong jalur rekrutmen CPNS umum. Strategi ini memastikan pembangunan Kutai Timur ke depan benar-benar dikawal oleh SDM yang ahli dan mumpuni di bidangnya,” tegasnya.

Program tersebut diharapkan memperkuat pelayanan transportasi sekaligus mendukung pengelolaan infrastruktur strategis daerah, termasuk Pelabuhan Kenyamukan.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 307

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *