Top Banner
AdventorialKutim

Bidan Kutai Timur Diminta Perkuat Pencegahan Stunting Sejak Kehamilan

322
×

Bidan Kutai Timur Diminta Perkuat Pencegahan Stunting Sejak Kehamilan

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, meminta para bidan memperkuat upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Menurutnya, peran bidan dalam mendampingi ibu dan anak menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Mahyunadi saat menghadiri peringatan HUT ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sabtu (1/8/2026). Acara tersebut dihadiri pengurus dan anggota IBI dari berbagai kecamatan di Kutim serta sejumlah pemangku kepentingan. 

Mahyunadi mengatakan pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Kutim. Menurutnya, bidan memiliki posisi penting karena mendampingi ibu sejak masa kehamilan, persalinan, hingga memantau tumbuh kembang anak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

“Dari peran itulah lahir fondasi generasi Kutim yang sehat, cerdas, tangguh, dan berdaya saing sebagai modal utama pembangunan daerah,” ucapnya.

Ia juga meminta bidan memanfaatkan perkembangan teknologi digital dalam memberikan pelayanan kesehatan. Namun, penggunaan teknologi tersebut harus tetap diimbangi pendekatan yang humanis agar hubungan antara tenaga kesehatan dan masyarakat tetap terjaga.

“Secanggih apa pun teknologi yang digunakan, sentuhan empati, komunikasi yang baik, dan pelayanan yang humanis harus tetap menjadi kekuatan utama profesi bidan,” tegasnya.

Mahyunadi menyebut tantangan sektor kesehatan semakin kompleks. Persoalan tersebut meliputi penurunan angka kematian ibu dan bayi, percepatan penurunan stunting, meningkatnya penyakit tidak menular, ancaman penyakit menular baru, hingga transformasi layanan kesehatan berbasis digital.

Karena itu, ia mendorong bidan terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme. Pemerintah daerah juga berupaya mendukung pemerataan tenaga bidan hingga wilayah pedalaman, termasuk melalui peningkatan kesejahteraan dan pengembangan kompetensi. 

Selain penguatan tenaga kesehatan, Mahyunadi menekankan pentingnya kolaborasi antara profesi kesehatan, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kutim.(adv)

Total Views: 308

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *