Top Banner
AdventorialKutim

Studi Lapangan ke Medan, Pemkab Kutim Siapkan Pengembangan Aren Berbasis Industri dan Pendidikan

417
×

Studi Lapangan ke Medan, Pemkab Kutim Siapkan Pengembangan Aren Berbasis Industri dan Pendidikan

Sebarkan artikel ini

MEDAN – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat rencana pengembangan komoditas aren dengan mempelajari sistem yang diterapkan PT Sultan Aren Indonesia (SAI). Hal itu dilakukan melalui kunjungan Wakil Bupati Kutim Mahyunadi bersama jajaran pemerintah daerah ke Pondok Pesantren Al Hidayah binaan perusahaan tersebut di Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara.

Kunjungan ini menjadi bagian dari studi lapangan untuk melihat secara langsung pola pengelolaan tanaman aren yang terintegrasi, mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan hasil, hingga pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan kewirausahaan.

Mahyunadi didampingi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Kutim Aliansyah Saragih yang hadir mewakili Kepala Dinas Perkebunan Arief Nur Wahyuni. Selama berada di lokasi, rombongan menyaksikan proses produksi gula semut dan aktivitas santri yang mendapatkan pelatihan mengolah hasil tanaman aren sebagai bagian dari pendidikan di lingkungan pesantren.

Selain meninjau fasilitas produksi, Mahyunadi juga mencicipi kolang-kaling yang direbus menggunakan gula aren. Menurutnya, pengalaman tersebut memperlihatkan besarnya potensi ekonomi yang dimiliki tanaman aren.

“Buah aren dapat diolah menjadi kolang-kaling, sedangkan niranya menjadi bahan baku gula aren, gula semut hingga berbagai minuman. Hampir semua bagian pohon ini mempunyai nilai ekonomi,” ujar Mahyunadi.

Ia mengatakan pengembangan tanaman aren tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga dapat menciptakan berbagai usaha turunan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Mahyunadi juga menilai pola pembinaan PT Sultan Aren Indonesia layak dijadikan referensi karena berhasil menggabungkan pendidikan, perkebunan, dan kewirausahaan dalam satu sistem yang saling mendukung.

Sementara itu, Aliansyah Saragih menjelaskan PT Sultan Aren Indonesia saat ini membudidayakan tiga jenis bibit aren. Salah satu varietasnya merupakan Aren Genjah yang berasal dari pohon induk di Kabupaten Kutai Timur.

Ia menyebut Kutim memiliki keunggulan karena pohon induk Aren Genjah telah ditetapkan Menteri Pertanian sebagai varietas Aren Genjah Nasional.

“Perlu dibangun duplikat kebun induk aren genjah di luar kawasan Kandolo agar penyediaan bibit unggul tetap berkelanjutan. Pohon induk yang ada saat ini berada di kawasan Taman Nasional Kutai,” katanya.

Menurut Aliansyah, manfaat tanaman aren sangat beragam. Selain menghasilkan gula balok, gula semut, gula cair, kolang-kaling, ijuk, lidi, dan batang untuk bahan bangunan, pati aren juga berpotensi menjadi sumber karbohidrat alternatif yang mendukung ketahanan pangan.

Pengelola Ponpes Al Hidayah, Gazali, menyambut baik kunjungan tersebut. “Kami mengajak masyarakat membudidayakan tanaman aren karena selain menjaga kelestarian lingkungan, tanaman ini juga memiliki nilai ekonomi tinggi yang dapat meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Melalui studi lapangan ini, Pemkab Kutim berharap pengalaman dari PT Sultan Aren Indonesia dapat menjadi pijakan dalam membangun ekosistem pengembangan aren yang berkelanjutan di Kutai Timur, mulai dari penyediaan bibit unggul hingga peningkatan nilai tambah produk perkebunan.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 413

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *