Top Banner
AdventorialKutim

Gotong Royong Pemkab dan Perusahaan Dorong Rehabilitasi Bandara Uyang Lahai

339
×

Gotong Royong Pemkab dan Perusahaan Dorong Rehabilitasi Bandara Uyang Lahai

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Telen, Kombeng, dan Muara Wahau menyepakati langkah bersama untuk mendukung rehabilitasi Bandara Uyang Lahai melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR). Kesepakatan tersebut lahir dalam rapat yang digelar di Ruang Arau, Sekretariat Kabupaten, sebagai tindak lanjut arahan Bupati Ardiansyah Sulaiman dalam mencari alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur strategis.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kutim, Masrianto Suriansyah, menjelaskan bahwa hasil pertemuan menghasilkan kesepakatan awal mengenai pembagian pembiayaan secara proporsional. Fokus utama rehabilitasi adalah peningkatan kualitas landasan pacu agar mampu mendukung pelayanan penerbangan yang lebih baik.

“Alhamdulillah, hasil rapat hari ini menghasilkan pembagian secara proporsional terhadap pembiayaan rehabilitasi Bandara Uyang Lahai. Yang menjadi prioritas adalah peningkatan dan optimalisasi runway,” ujar Masrianto.

Ia menyebutkan, runway akan ditingkatkan menjadi sepanjang 800 meter dengan lebar 30 meter. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk meningkatkan standar keselamatan penerbangan sekaligus memperkuat akses transportasi udara bagi masyarakat di kawasan pedalaman Kutim.

Berdasarkan estimasi awal, anggaran yang diperlukan mencapai sekitar Rp44,8 miliar. Namun angka tersebut masih akan dikaji kembali oleh tim engineering dari masing-masing perusahaan agar pelaksanaan pembangunan sesuai kebutuhan teknis di lapangan.

“Hitungan sementara sekitar Rp44,8 miliar. Namun nanti masih akan ditinjau kembali oleh tim engineering dari masing-masing perusahaan,” jelasnya.

Masrianto menambahkan, kontribusi perusahaan akan dihitung secara proporsional berdasarkan skala usaha yang dimiliki. Untuk menyusun pembagian tersebut, Dinas Perhubungan akan berkoordinasi dengan Bappeda dan Dinas Perkebunan guna melakukan pendataan perusahaan secara rinci.

Menurutnya, dunia usaha menyambut baik rencana rehabilitasi bandara tersebut. Perusahaan menunjukkan komitmen untuk ikut berpartisipasi melalui mekanisme TJSL dengan tetap mematuhi aturan internal maupun ketentuan pemerintah.

“Alhamdulillah, teman-teman perusahaan sangat antusias untuk membantu mewujudkan Bandara Uyang Lahai yang lebih layak. Semua tentu tetap melalui mekanisme dan aturan yang berlaku,” katanya.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pembangunan fisik landasan pacu diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan. Kehadiran Bandara Uyang Lahai yang lebih representatif diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pelayanan kesehatan dan pendidikan, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Telen, Kombeng, Muara Wahau, dan kawasan pedalaman Kutim lainnya.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 333

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *