Top Banner
AdventorialKutim

Bengalon Dorong Geopark Jadi Penggerak Konservasi dan Ekonomi Masyarakat

354
×

Bengalon Dorong Geopark Jadi Penggerak Konservasi dan Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

BENGALON – Pemerintah Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), melihat proses penilaian Geopark Nasional sebagai peluang untuk mengembangkan kawasan berbasis konservasi sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Potensi geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati menjadi kekuatan utama yang ingin dipertahankan.

Tim Penilai Geopark Nasional dari Kementerian ESDM bersama perwakilan pemerintah pusat melakukan validasi lapangan di Bengalon sebagai bagian dari proses penilaian. Pemerintah kecamatan berharap tahapan tersebut berjalan lancar hingga kawasan Bengalon resmi menjadi bagian dari Geopark Nasional.

Camat Bengalon Muhammad Harun Al Rasyid mengatakan pengelolaan Geopark harus dilakukan dengan memperhatikan keberlanjutan. Menurutnya, kawasan karst tidak hanya bernilai secara geologis, tetapi juga menjadi ruang hidup masyarakat dan tempat tumbuhnya berbagai tradisi.

“Harapan kami prosesnya berjalan lancar dan memberikan hasil yang positif,” kata Harun.

Ia menegaskan Geopark harus menjadi instrumen yang menghubungkan konservasi alam, pengembangan ilmu pengetahuan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian budaya. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tetap menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan.

Sejumlah budaya lokal Bengalon masih bertahan hingga kini. Festival Pantai Sekerat, Belian, Tepian Budaya, dan Mecaq Undat merupakan beberapa tradisi yang menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah. Mecaq Undat sendiri merupakan ritual syukur atas hasil panen padi.

Selain itu, upacara adat di Muara Bengalon terus dilestarikan sebagai warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah dan spiritual.

“Harapan k(ami kelestarian alam, lingkungan, khususnya budaya yang ada di Bengalon ini bisa kita pelihara sampai ke anak cucu kita,” ujar Harun.

Bengalon juga memiliki Buah Bengalon yang diyakini menjadi asal-usul nama daerah. Flora tersebut kini semakin langka sehingga konservasinya menjadi bagian penting dari upaya menjaga kekayaan hayati.

Sementara itu, kawasan karst Gunung Gergaji di Desa Tepian Langsat menyimpan keanekaragaman flora dan fauna khas Kalimantan. Di lokasi tersebut terdapat Goa Tewet yang memiliki nilai ilmiah, sejarah, serta potensi wisata edukasi.

Pemerintah Kecamatan Bengalon berharap Geopark nantinya tidak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan penggerak ekonomi masyarakat. Pengembangan geotourism berbasis konservasi dinilai dapat membuka peluang ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian alam dan budaya.

Sinergi pemerintah, masyarakat adat, akademisi, dan dunia usaha diharapkan menjadi fondasi agar kekayaan Bengalon tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 344

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *