Top Banner
AdventorialKutim

Batik Kayan Umaq Lekan Padukan Pelestarian Budaya dan Ekonomi Kreatif

318
×

Batik Kayan Umaq Lekan Padukan Pelestarian Budaya dan Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini

KOMBENG – Identitas Dayak Kayan kini tidak hanya ditampilkan melalui ritual adat dan kesenian, tetapi juga melalui produk fesyen yang dikembangkan pelaku UMKM. Kayan Umaq Lekan memperkenalkan baju batik dengan sentuhan ukiran khas Dayak Kayan pada Festival UFAH 2026 di Desa Miau Baru, Kecamatan Kombeng, Minggu (9/8/2026).

Produk tersebut diserahkan secara simbolis kepada Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi. Penyerahan menjadi salah satu bagian dari rangkaian festival sekaligus memperlihatkan upaya masyarakat mengembangkan kekayaan budaya melalui sektor ekonomi kreatif.

Perwakilan UMKM Kayan Umaq Lekan mengatakan, produk baju batik tersebut dikembangkan dengan dukungan dari berbagai pihak. Bantuan yang diberikan antara lain berupa mesin jahit, fasilitas, serta pelatihan menjahit.

Dukungan tersebut membantu pelaku UMKM meningkatkan kemampuan dalam memproduksi fesyen sekaligus mengangkat ciri khas budaya Kayan. Produk yang dihasilkan kemudian memiliki fungsi ganda, yakni sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan sebagai produk yang dapat dikembangkan secara ekonomi.

“Baju yang saya pakai sekarang ini sudah keluar hak ciptanya atau HAKI-nya oleh perusahaan DSN Group,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan perusahaan terhadap pengembangan UMKM lokal. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong masyarakat menghasilkan produk yang membawa identitas budaya Kayan.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyambut baik pengembangan produk berbasis budaya tersebut. Ia menilai budaya mempunyai peran mendasar dalam pembangunan Kutai Timur, terlebih masyarakat di daerah itu berasal dari berbagai suku dan memiliki kebudayaan yang beragam.

“Budaya itu adalah tolok ukur yang pertama, bangunan pertama dalam rangka kita membangun Kutai Timur,” kata Ardiansyah.

Selain menjadi identitas, menurut Ardiansyah, adat dan budaya juga berfungsi sebagai perekat masyarakat. Ia menegaskan kontribusi budaya dalam pembangunan daerah perlu terus diperkuat.

“Adat dan budaya kontribusinya besar di dalam pembangunan kita di Kutai Timur,” tegasnya.

Mahyunadi bersama Ardiansyah menerima produk baju batik tersebut secara simbolis. Kehadiran Kayan Umaq Lekan di Festival UFAH 2026 menunjukkan bahwa budaya lokal dapat terus dilestarikan sekaligus dikembangkan menjadi produk UMKM yang mempunyai nilai tambah.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 309

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *