Top Banner
AdventorialKutim

Mahyunadi Dorong Edukasi Narkoba dan HIV/AIDS Masuk Sekolah

326
×

Mahyunadi Dorong Edukasi Narkoba dan HIV/AIDS Masuk Sekolah

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, mendorong penguatan edukasi mengenai bahaya narkoba dan HIV/AIDS di lingkungan sekolah. Pemerintah daerah dalam waktu dekat akan turun langsung memberikan sosialisasi kepada para pelajar, terutama di jenjang SMA.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan sejak dini terhadap persoalan kesehatan dan sosial yang dinilai dapat mengancam generasi muda. Edukasi juga akan mencakup pemahaman mengenai bahaya pergaulan bebas dan perilaku yang dapat merusak masa depan.

“Bangsa kita sekarang sedang dihadapkan pada angka yang tidak menyenangkan terkait kasus kesehatan. Karena itu, kami dari pemerintah daerah akan turun langsung ke sekolah-sekolah, khususnya jenjang SMA,” kata Mahyunadi saat membuka kegiatan Jalan Sehat PGRI Kutim menyambut HUT ke-81 RI di Halaman Kantor Bupati Kutim.

Mahyunadi mengatakan pemerintah daerah telah melakukan rapat koordinasi untuk menentukan langkah penanganan persoalan tersebut. Hasil koordinasi itu salah satunya diarahkan pada perluasan edukasi dengan menyasar langsung lingkungan sekolah.

“Kita sudah menggelar rapat koordinasi untuk membahas penanganan masalah ini. Kita ingin masuk ke sekolah untuk memberikan edukasi sejak dini agar anak-anak kita terhindar dari perbuatan yang merusak masa depan mereka,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat siswa memperoleh pengetahuan akademik. Lingkungan pendidikan juga berperan dalam membentuk karakter, moral, dan akhlak peserta didik.

Karena itu, Mahyunadi menilai upaya pencegahan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua. Pengawasan terhadap lingkungan pergaulan siswa juga harus dilakukan secara bersama-sama.

Ia menegaskan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya baru terlihat setelah bertahun-tahun.

“Pendidikan ini adalah investasi jangka panjang. Anak yang masuk SD hari ini baru kelihatan hasilnya 12 hingga 13 tahun kemudian. Jadi, tugas kita bersama untuk menjaga moral dan kesehatan mereka,” katanya.

Mahyunadi juga mengajak tenaga pendidik aktif menyampaikan pesan pencegahan penyalahgunaan narkoba serta penerapan pola hidup sehat kepada siswa.

Pemerintah Kabupaten Kutim berharap langkah tersebut dapat memperkuat perlindungan generasi muda dari ancaman narkoba, HIV/AIDS, pergaulan bebas, dan berbagai perilaku yang berpotensi mengganggu masa depan mereka.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 310

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *