SANGATTA — Tantangan pelajar pada era digital dinilai memiliki bentuk berbeda dibandingkan perjuangan generasi terdahulu. Hal tersebut disampaikan guru SMP Negeri 1 Sangatta Selatan, Ule Sumule, saat mengikuti kegiatan nonton bareng film dokumenter tentang Panglima Besar Jenderal Soedirman di Gedung Serbaguna, Bukit Pelangi, Sangatta.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara dihadiri Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, unsur Forkopimda, para guru dan siswa dari SMP Negeri 1 Sangatta Utara, SMP Negeri 1 Sangatta Selatan serta SMK Negeri 1 Sangatta Utara.
Ule yang telah mengabdi selama 17 tahun mengatakan generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dengan para pejuang pada masa lalu. Perkembangan teknologi dan media sosial menjadi ruang baru yang membutuhkan kesiapan karakter.
“Medan pertempuran pelajar sekarang sangat berbeda. Kalau dulu para pejuang menghadapi musuh di medan perang, anak-anak kita sekarang menghadapi tantangan dunia digital dan media sosial,” kata Ule.
Menurutnya, derasnya arus informasi membuat pelajar perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi sekaligus mengendalikan diri. Media sosial dapat memberikan manfaat apabila digunakan untuk kegiatan yang positif.
“Karena itu, anak-anak harus punya karakter yang kuat. Jangan sampai teknologi justru mengendalikan kita. Media sosial harus digunakan untuk belajar, berkarya dan hal-hal yang positif,” ujarnya.
Ule juga menilai semangat perjuangan Jenderal Soedirman tetap relevan meskipun medan perjuangan telah berubah. Sikap pantang menyerah, disiplin dan keberanian menghadapi tantangan perlu ditanamkan kepada pelajar.
“Semangat pantang menyerah Jenderal Soedirman itu yang perlu kita tanamkan kepada anak-anak. Medannya memang berbeda, tetapi semangatnya harus sama. Mereka harus berani menghadapi tantangan, disiplin dan tidak mudah menyerah,” katanya.
Sementara itu, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa generasi muda tidak perlu menunggu dewasa untuk mengambil peran. Menurutnya, karakter dan semangat menjadi bagian penting dalam membentuk pemimpin.
“Usia muda bukan menjadi halangan untuk bisa memimpin. Yang penting adalah karakter, disiplin, semangat patriotik dan pantang menyerah. Itu yang harus dimiliki oleh anak-anak kita,” kata Ardiansyah.
Melalui kegiatan tersebut, nilai perjuangan masa lalu diharapkan dapat menjadi bekal bagi pelajar dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.(ADV/prokopim/Kutim)













