Top Banner
AdventorialKutim

Komite Gender PT IPS Disiapkan Jadi Penggerak Lingkungan Kerja Ramah Perempuan

330
×

Komite Gender PT IPS Disiapkan Jadi Penggerak Lingkungan Kerja Ramah Perempuan

Sebarkan artikel ini

SANGKULIRANG – Komite Gender PT IPS (Indonesia Plantation Sinergi) diharapkan menjadi penggerak terciptanya lingkungan kerja yang semakin ramah perempuan, aman, nyaman, dan responsif gender. Harapan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembentukan dan Penguatan Komite Gender bagi Pekerja Perempuan dan Istri Pekerja di Aula PT IPS, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berkolaborasi dengan Yayasan Solidaridad. Penguatan Komite Gender diarahkan untuk membangun lingkungan kerja yang adil dan inklusif bagi pekerja perempuan maupun laki-laki.

Kepala DPPPA Kutim Idham Cholid melalui Kepala Bidang Perlindungan Perempuan, Supianti, mengatakan Komite Gender perlu dibangun sebagai wadah yang aktif dan mampu memberikan kontribusi terhadap lingkungan kerja.

“Komite Gender ini bukan hanya sekadar sebuah kepengurusan, tetapi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan perubahan yang positif,” katanya.

Menurut Supianti, komite dapat menjalankan fungsi komunikasi, koordinasi, edukasi, dan penyampaian aspirasi. Selain itu, keberadaannya dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan serta persoalan yang dihadapi perempuan.

Ia menilai keterlibatan pemerintah, perusahaan, pekerja, keluarga pekerja, dan mitra pembangunan merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, pekerja, keluarga pekerja, dan mitra pembangunan seperti Yayasan Solidaridad ini merupakan kekuatan yang penting untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Solidaridad Wilayah Kutim Martinus Martin menjelaskan tahapan penguatan Komite Gender PT IPS mencakup penyusunan struktur kepengurusan, penetapan tugas dan fungsi, penyusunan program kerja, deklarasi, serta pengukuhan.

Menurutnya, perempuan memiliki peran besar sebagai pekerja, ibu, istri, sekaligus bagian dari kehidupan sosial dan ekonomi keluarga. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar komite dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Komite Gender yang terbentuk dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan penuh tanggung jawab, membangun kerja sama yang baik dengan manajemen PT IPS, serta menjadi penggerak dalam menciptakan lingkungan kerja yang semakin ramah perempuan dan responsif gender,” pungkas Martinus.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 322

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *