Top Banner
AdventorialKutim

Kolaborasi Unsur Desa Jadi Kunci Singa Gembara Tekan Stunting

322
×

Kolaborasi Unsur Desa Jadi Kunci Singa Gembara Tekan Stunting

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Keberhasilan Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, meraih Terbaik II dalam Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2026 menjadi bukti pentingnya kolaborasi dalam penanganan stunting.

Desa Singa Gembara memperoleh skor 119 dalam penilaian yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Nilai tersebut menempatkan Singa Gembara di bawah Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara yang meraih skor 127. Posisi ketiga ditempati Desa Linggang Muara Leban, Kecamatan Long Iram, Kabupaten Kutai Barat dengan nilai 111.

Penilaian dan verifikasi lapangan dilaksanakan pada 24 Agustus 2026. Hasilnya ditetapkan melalui Berita Acara Nomor 400.10/534/DPMPD-I/2026 dan surat DPMPD Provinsi Kaltim Nomor 400.10/614/DPMPD-I/2026 tertanggal 27 Agustus 2026.

Pelaksana Tugas Kepala DPMDes Kutim, Trisno, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, kader hingga masyarakat.

“Kami tentu bersyukur atas capaian Desa Singa Gembara yang berhasil meraih Terbaik II dalam penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2026. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama dan menunjukkan bahwa upaya pencegahan serta penurunan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak,” ujar Trisno, Kamis (27/8/2026).

Menurut Trisno, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kesehatan anak. Penanganannya juga mencakup pola pengasuhan, kondisi sosial ekonomi keluarga, pemenuhan gizi, akses layanan kesehatan serta pengetahuan masyarakat.

Karena itu, peran desa menjadi penting karena pemerintah desa berada dekat dengan masyarakat. Desa dapat membantu mengidentifikasi keluarga yang membutuhkan intervensi sekaligus memastikan program pemerintah menjangkau sasaran.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah desa, kader, perangkat daerah, serta seluruh masyarakat yang telah berkontribusi. Semoga capaian ini menjadi penyemangat untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja ke depan,” tutur Trisno.

Capaian tersebut diharapkan menjadi pemicu penguatan program pencegahan stunting di desa-desa Kutim.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 312

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *