Pemkab PPU

Strategi PPU Naikkan Kelas UMKM Lokal Menuju Pasar Nusantara

281
×

Strategi PPU Naikkan Kelas UMKM Lokal Menuju Pasar Nusantara

Sebarkan artikel ini
Penajam Paser Utara (PPU) Festival 2026

PENAJAM – Gelaran Penajam Fest 4 Tahun 2026 menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam membentuk fondasi ekonomi kerakyatan yang tangguh. Bukan sekadar panggung hiburan tahunan, perhelatan akbar ini dirancang sebagai inkubator bisnis dan ruang akselerasi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri kreatif lokal agar makin berdaya saing.

Membuka ruang strategis bagi puluhan wirausahawan daerah, Penajam Fest 4 memadukan pesona seni budaya lokal dengan ajang promosi produk-produk unggulan. Langkah terpadu ini menempatkan kreativitas warga sebagai motor utama penggerak roda ekonomi daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, menegaskan bahwa Pemkab PPU tidak ingin terjebak dalam perayaan yang bersifat seremonial semata. Menurutnya, esensi utama festival ini adalah mendorong transformasi potensi kreatif masyarakat menjadi kekuatan ekonomi riil yang berkelanjutan.

“Tema kreativitas memiliki makna penting dalam mendorong masyarakat untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki, baik melalui seni, UMKM, maupun berbagai bentuk kreativitas lainnya,” ujar Tohar di wirausahawan muda dan pengunjung yang memadati area festival, Sabtu (19/9/2026) malam.

Komitmen Pemkab PPU pun tak berhenti saat panggung festival ditutup. Tohar menekankan pentingnya intervensi kebijakan berbasis data  untuk memastikan keberlanjutan pembinaan ekonomi warga. Seluruh transaksi, pergerakan omzet, dan respons pasar selama Penajam Fest ke-1 hingga ke-4 direkam secara cermat sebagai tolok ukur penyusunan program kerja pemerintah ke depan.

“Kita tidak mengharapkan setelah selesainya kegiatan, selesai juga cara pandang kita terhadap tugas pokok kelembagaan dalam merencanakan program. Data dari Penajam Fest ke-1 hingga ke-4 ini akan jadi pijakan penting untuk keberlanjutan Penajam Fest ke-5 dan program pembinaan UMKM mendatang,” tegas Tohar.

Melalui sinergi erat antara pelestarian akar budaya dan pembukaan akses pasar modern, Pemkab PPU optimistis para pelaku usaha lokal tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri. “Penajam Fest 4 sukses membuktikan bahwa ruang apresiasi terintegrasi mampu melipatgandakan daya saing produk daerah sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat PPU secara mandiri dan berkelanjutan,” tambah Kepala Disporapar Kabupaten PPU, Safwana. (adv)

 

Total Views: 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *