PENAJAM – Festival Belian Adat Nondoi 2026 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, tidak sekadar menjadi panggung pelestarian budaya leluhur. Perhelatan budaya tahunan ini juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Festival yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari empat malam pada November 2026 tersebut akan dipusatkan di Rumah Adat Kuta Rekan Tatau. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah diproyeksikan hadir untuk menyaksikan ritual adat, pertunjukan seni, serta beragam kegiatan budaya yang disiapkan panitia.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Suparman, mengatakan penyelenggaraan Festival Belian Adat Nondoi tahun ini dirancang dengan konsep yang tidak hanya menonjolkan kekayaan tradisi, tetapi juga memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan pelaku UMKM menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan festival. Tingginya kunjungan masyarakat diharapkan membuka peluang pemasaran sekaligus meningkatkan penjualan produk lokal. “Pertama, perkembangan seni. Setelah itu, ada daya tarik UMKM. Bagaimana UMKM sekitar situ nanti terlibat, otomatis diharapkan penghasilannya akan bertambah,” ujar Suparman, Sabtu (31/10/2026).
Ia menilai festival tersebut menjadi momentum strategis untuk mempertemukan pelestarian budaya dengan penguatan ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan dari sisi kebudayaan, tetapi juga langsung oleh masyarakat sekitar.
Meski begitu, mekanisme pelibatan UMKM, termasuk persyaratan pendaftaran dan penataan lokasi berjualan, masih dalam tahap pematangan oleh bidang teknis Disbudpar PPU. Dari sisi pendanaan, anggaran Festival Belian Adat Nondoi 2026 mengalami peningkatan melalui APBD Perubahan, dari sebelumnya Rp200 juta menjadi Rp300 juta. Penambahan anggaran tersebut juga diikuti dengan durasi penyelenggaraan yang lebih panjang.
Pemerintah daerah berharap peningkatan skala festival mampu memperluas daya tarik wisata budaya sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi UMKM lokal. Melalui Festival Belian Adat Nondoi 2026, PPU diharapkan tidak hanya semakin dikenal dengan kekayaan tradisi leluhurnya, tetapi juga mampu menjadikan budaya sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat.(adv)













