PENAJAM – Keterbatasan serta pengetatan fiskal daerah memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah strategis dengan memangkas sejumlah program pembangunan infrastruktur dasar. Salah satu sektor layanan publik yang paling terdampak signifikan dari kebijakan penghematan ini adalah pengadaan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU).
Untuk tahun anggaran berjalan, Pemkab PPU dipastikan tidak mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membeli maupun memasang titik lampu jalan baru di berbagai wilayah kabupaten. Kebijakan ini diambil demi menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah tekanan anggaran yang cukup ketat.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten PPU, Agus Dahlan, mengonfirmasi bahwa kondisi fiskal daerah yang sangat terbatas menjadi alasan utama penghentian sementara proyek belanja PJU baru. Kebijakan efisiensi anggaran tersebut bahkan diproyeksikan masih akan berlanjut hingga tahun anggaran mendatang.”Untuk tahun ini kita belum ada menganggarkan karena kondisi fiskal kita yang terbatas. Kelihatannya untuk tahun depan, 2027, posisinya masih sama, belum bisa kita laksanakan akibat kebijakan efisiensi,” ucap Agus Dahlan, Sabtu (31/10/2026).
Akibat kebijakan pengetatan anggaran tersebut, Dishub PPU kini mengalihkan fokus dan prioritas belanja daerah hanya pada kegiatan operasional yang sifatnya sangat mendesak. Khusus untuk sektor penerangan jalan di tingkat kabupaten, pemerintah daerah memilih untuk mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada di lapangan ketimbang menambah jaringan baru yang membutuhkan biaya besar. “Untuk sementara waktu, fokus kegiatan kita hanya pada pemeliharaan rutin saja. Kegiatan-kegiatan yang sifatnya urgen dan mendesak saja yang akan kita utamakan terlebih dahulu,” tuturnya menambahkan.
Meski pembangunan jalur baru di tingkat kabupaten mengalami stagnasi akibat kendala finansial, Dishub PPU tetap berupaya mencari jalan keluar terbaik demi kenyamanan masyarakat. Salah satu langkah taktis yang diambil adalah dengan mengusulkan bantuan pengadaan 200 titik PJU kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim). “Usulan tersebut dikhususkan untuk menerangi koridor jalan berstatus jalan provinsi dari kawasan Nenang hingga Buluminung,” tandas Agus. (adv)













