PENAJAM – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mendorong peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Perindag PPU berencana menggelar pembekalan pendaftaran sertifikasi halal secara gratis secara daring. Langkah ini ditujukan untuk mempermudah pelaku UMKM dalam melengkapi kelayakan produk sebelum dipasarkan secara luas.
Kepala Bidang Perindustrian KUKM Perindag PPU, Yuli Setiyowati, mengonfirmasi bahwa fasilitasi pelatihan ini diselenggarakan berkolaborasi dengan lembaga standardisasi resmi pemerintah.
“Biasanya kami bekerja sama dengan BSPJI. Itu balai standardisasi yang berada di bawah kementerian dan melayani wilayah Kalimantan Timur,” kata Yuli, Senin (26/10/2026).
Kegiatan bimbingan teknis ini diprioritaskan bagi para pelaku UMKM yang sudah mengoperasikan usaha secara aktif, mengingat pentingnya penerapan langsung pada produk yang dijual.
“Kalau nanti ada yang membutuhkan, insyaallah kita mau membuat pelatihan, termasuk bagaimana tata cara mendaftarnya. Sifatnya gratis, tetapi secara online,” jelasnya.
Yuli menambahkan keterbatasan tempat mewajibkan adanya seleksi peserta. “Siapa saja boleh ikut, tetapi mungkin kuotanya dibatasi. Yang jelas, harus ada usahanya karena sertifikasi halal ini berkaitan dengan produk yang mereka jalankan,” sebut dia.
Saat ini populasi UMKM di Kabupaten PPU tercatat cukup besar, yakni mencapai 4.113 unit. Kendati demikian, kesadaran pelaku usaha mengenai kepemilikan label dan legalitas resmi masih perlu ditingkatkan agar sanggup menembus pasar ritel modern maupun marketplace digital.
“Sebagian pelaku usaha mungkin belum merasa bahwa sertifikasi seperti ini penting. Padahal, label pada produk bisa memengaruhi pemasaran mereka, baik secara online maupun ketika masuk ke toko-toko,” ungkap Yuli.
Dia berharap program pendampingan ini menjadi jembatan bagi UMKM PPU untuk naik kelas. “Kami ingin pelaku UMKM memahami bahwa kelengkapan produk itu penting. Harapannya, melalui pendampingan, mereka bisa lebih siap memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas,” pungkasnya. (Adv)













