Top Banner
Pemkab PPU

Tatap Peluang Program MBG, Sentra Hilirisasi Ayam Terpadu Dirancang Hadir di Pemaluan IKN

3
×

Tatap Peluang Program MBG, Sentra Hilirisasi Ayam Terpadu Dirancang Hadir di Pemaluan IKN

Sebarkan artikel ini
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian PPU Ristu Pramula

PENAJAM – Kawasan Pemaluan yang masuk dalam wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) disiapkan menjadi pusat penguatan rantai pasok peternakan nasional. Di lokasi ini, pemerintah merancang proyek hilirisasi ayam terintegrasi guna menghapus ketergantungan pasokan bibit ternak dari luar Pulau Kalimantan.

Proyek ini diproyeksikan tidak hanya memotong rantai distribusi bibit ayam yang selama ini dinilai kurang efisien, tetapi juga disiapkan untuk menopang kebutuhan pangan strategis, termasuk pemenuhan pasokan protein hewani dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Distan) PPU, Ristu Pramula, menjelaskan bahwa kawasan ini akan memuat seluruh rantai produksi peternakan unggas secara mandiri dan modern.

“Jadi nanti di situ ada ayam untuk ditetaskan, untuk breedingnya. Kemudian ada untuk pembuatan pakannya, terus hilirisasinya untuk produk olahannya,” jelas Ristu, Selasa (27/10/2026).

Ristu menegaskan bahwa pemilihan lokasi di kawasan Pemaluan diimbangi dengan koordinasi intensif antarkementerian dan pihak Otorita IKN, terutama dalam pemenuhan tata ruang serta ketersediaan lahan penunjang. Ekosistem terpadu ini diyakini memberikan kemudahan bagi masyarakat dan peternak lokal di PPU.

“Melalui fasilitas ini, peternak lokal nantinya diharapkan bisa memperoleh kebutuhan dasar seperti bibit ayam berkualitas dan pakan secara langsung dari ekosistem yang dibangun di kawasan tersebut tanpa harus menunggu pengiriman antarpulau,” tambah Ristu.

Ia juga menggarisbawahi potensi besar ekosistem ini terhadap ketahanan pangan kawasan IKN dan daerah penyangga. Menurutnya, kesiapan pasokan daging dan olahan ayam secara lokal akan menjadi modal utama pemenuhan gizi masyarakat.

“Prospek ke depan sangat luas. Selain menjaga stok pasar regional, fasilitas hilirisasi ini berpotensi besar mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis seiring meningkatnya skala produksi,” tuturnya.

Diinformasikan, gambaran teknis proyek ini disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Nuryani Zainuddin. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan perintah langsung dari pucuk pimpinan negara dan akan dikelola oleh BUMN pangan.

“Pengembangan ekosistem ini mencakup tahapan penyediaan bibit ayam, mulai dari indukan hingga fasilitas penetasan telur. Langkah ini merupakan bagian dari arahan Presiden RI,” ujar Nuryani.

Nuryani memaparkan target waktu pengerjaan fisik serta pihak yang bertanggung jawab dalam operasional sarana pembibitan tersebut.

“Pembangunan ditargetkan rampung pada 30 Juni 2027 dan dijadwalkan diresmikan Presiden pada 1 Juli 2027. Dengan adanya program ini, ketersediaan bibit ayam, baik ayam petelur maupun ayam pedaging, disiapkan secara lokal oleh PT Berdikari. Artinya, kita tidak perlu lagi mengambil bibit dari Pulau Jawa,” pungkas Nuryani. (Adv)

 

Total Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *