Top Banner
AdventorialKutim

53 Mahasiswa STIPER Diminta Selaraskan Program KKN dengan Prioritas Pemkab Kutim

325
×

53 Mahasiswa STIPER Diminta Selaraskan Program KKN dengan Prioritas Pemkab Kutim

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Sebanyak 53 mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur (Kutim) diminta menyelaraskan program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan 50 program prioritas Pemerintah Kabupaten Kutim. Mereka akan menjalankan KKN selama 45 hari di enam desa di Kecamatan Kaubun.

Pelepasan mahasiswa Angkatan XXII dilakukan langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di halaman Lobi Kantor Bupati Kutim. Sebelum diberangkatkan, para mahasiswa telah memperoleh pembekalan sebagai persiapan menjalankan program pengabdian di masyarakat. 

Ketua STIPER Kutim, Dr. Ismail Fahmy Almadi, mengatakan program kerja mahasiswa diharapkan dapat dipadukan dengan agenda pembangunan pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar kegiatan KKN tidak berjalan sendiri, tetapi dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan desa.

Ia menyampaikan bahwa mahasiswa akan ditempatkan di Desa Bukit Permata, Bumi Rapak, Cipta Graha, Kadungan Jaya, Mata Air, dan Pengadan Baru.

Ismail menilai Kaubun memiliki potensi agraris yang dapat dikembangkan. Karena itu, mahasiswa diarahkan untuk mengoptimalkan potensi desa, mendampingi petani, dan ikut mendorong regenerasi sumber daya manusia di sektor pertanian. 

Sementara itu, Ardiansyah mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan KKN sekadar kewajiban akademik. Masa pengabdian tersebut dinilai menjadi kesempatan untuk menerapkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dalam kehidupan masyarakat.

“Kita sudah lama hadir di dalam kampus sekolah, dan adik-adik mahasiswa diberi waktu selama 45 hari untuk hadir di kampus kehidupan yang mempertemukan antara teori dan aplikasi kerja di lapangan,” ujar Ardiansyah. 

Bupati juga meminta mahasiswa menjaga nama baik almamater, menjunjung etika, dan beradaptasi dengan kearifan lokal. Komunikasi dengan masyarakat serta pemerintah desa dinilai menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program.

Dengan sinergi tersebut, Pemkab Kutim berharap KKN STIPER dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.(adv)

Total Views: 303

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *