Top Banner
Pemkab PPU

60 Sekolah di PPU Kelola Mandiri Bantuan Rp27 Miliar dari Pusat

7
×

60 Sekolah di PPU Kelola Mandiri Bantuan Rp27 Miliar dari Pusat

Sebarkan artikel ini
Kabid Sarpras Disdikpora Kabupaten PPU Ricci Firmansyah

PENAJAM – Wajah fasilitas pendidikan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersiap mengalami pembenahan besar-besaran. Tahun ini, Kementerian menyuntikkan dana hibah revitalisasi senilai Rp27 miliar yang dialokasikan khusus untuk mempercantik dan memperkuat infrastruktur puluhan sekolah di Benuo Taka.

Uniknya, skema penyaluran kali ini menerobos pola lama. Tanpa melalui pihak ketiga atau kontraktor luar, dana segar tersebut langsung ditransfer ke rekening masing-masing sekolah. Pendekatan swakelola ini memberikan otonomi penuh bagi pihak sekolah untuk mengelola pengerjaan fisik secara mandiri, akuntabel, dan transparan.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten PPU, Ricci Firmansyah, mengonfirmasi bahwa program pembenahan ruang belajar ini sudah mulai mengepul di lapangan. “Alhamdulillah, bantuan revitalisasi dari Kementerian sudah berjalan di PPU. Penyalurannya mencakup jenjang TK, SD, hingga SMP,” ungkap Ricci, Jumat (9/10/2026).

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meratakan kualitas sarana belajar hingga ke pelosok. Dari total 60 penerima manfaat, porsi terbanyak secara bijak diarahkan untuk memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini, yakni mencakup 42 Taman Kanak-kanak (TK), 10 Sekolah Dasar (SD), dan 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ricci menerangkan bahwa mekanisme swakelola sengaja dipilih agar pengerjaan proyek jauh lebih tepat sasaran. Pihak sekolah, yang paling paham kondisi riil di lapangan, menunjuk tim pengawas internal sendiri untuk memastikan setiap rupiah dana yang dikucurkan berdampak nyata pada kualitas bangunan. “Total anggaran Rp27 miliar langsung masuk ke rekening sekolah. Karena dikerjakan secara swakelola, prosesnya dilakukan sendiri oleh sekolah dan diawasi oleh tenaga profesional pilihan mereka,” tambah Ricci.

Dengan terpotongnya rantai birokrasi dan keterlibatan vendor luar, proses renovasi diyakini berjalan lebih efisien dan tepat waktu. Muaranya, ribuan siswa di Penajam Paser Utara bisa secepatnya menikmati fasilitas ruang kelas yang jauh lebih aman, modern, dan kondusif untuk menunjang tumbuh kembang belajar mereka.(adv)

Total Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *