Top Banner
AdventorialKutim

Bupati Ardiansyah Bertemu 10 Asosiasi Buruh Kutim, Bahas Optimalisasi Lembaga Ketenagakerjaan

341
×

Bupati Ardiansyah Bertemu 10 Asosiasi Buruh Kutim, Bahas Optimalisasi Lembaga Ketenagakerjaan

Sebarkan artikel ini

SANGATTA — Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menerima audiensi dari 10 perwakilan asosiasi buruh di ruang kerjanya. Pertemuan silaturahmi ini digelar sebagai wadah penyampaian aspirasi pekerja guna memperkuat komunikasi serta mewujudkan hubungan industrial yang harmonis di wilayah Kutim.

Dalam dialog tersebut, perwakilan Federasi Persatuan Buruh Militan Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (FPBM KASBI) Kutim, Yoakim Bentara, menegaskan pentingnya kolaborasi yang erat antara pemerintah dan pekerja. Menurutnya, sinergi yang baik menjadi kunci utama perbaikan iklim ketenagakerjaan daerah.

“Koordinasi ini sangat penting agar ada komunikasi dua arah yang lebih intensif antara pemerintah daerah dan para buruh,” kata Yoakim saat menyampaikan pandangannya dalam pertemuan tersebut.

Sorotan utama aliansi buruh tertuju pada kinerja sejumlah lembaga strategis di bawah Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutim, seperti Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit, Dewan Pengupahan Kabupaten, dan LKS Bipartit. Mereka menilai lembaga-lembaga ini masih pasif akibat kendala teknis anggaran di tingkat dinas.

Buruh berharap pengaktifan kembali lembaga-lembaga tersebut dapat menjadi wadah mediasi resmi antara pekerja dan perusahaan. Hal ini dinilai efektif menyelesaikan sengketa secara preventif tanpa mengandalkan aksi unjuk rasa.

“Kami berharap persoalan-persoalan ketenagakerjaan bisa diselesaikan melalui meja perundingan, bukan melalui aksi massa di jalan,” tegas Yoakim.

Menanggapi masukan tersebut, Bupati Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi inisiatif para buruh yang memilih jalur dialog. Pemerintah Kabupaten Kutim berkomitmen menindaklanjuti kendala teknis di Distransnaker agar struktur pendukung ketenagakerjaan berjalan maksimal.

“Saya menyambut baik kehadiran rekan-rekan buruh sebagai bagian dari kontrol sosial sekaligus mitra pembangunan daerah,” tutur Ardiansyah.

Ardiansyah juga menegaskan komitmennya untuk membenahi iklim kerja daerah. “Kami akan memastikan struktur pendukung ketenagakerjaan di Kutim bisa berfungsi secara optimal demi kepentingan masyarakat,” ucapnya menutupi audiensi.

Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga kesejahteraan pekerja serta menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kutim.(adv)

Total Views: 321

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *