Top Banner
AdventorialKutim

Pemkab Kutai Timur Perkuat Ketahanan Pangan, Siapkan Beragam Strategi Menuju Swasembada Beras

354
×

Pemkab Kutai Timur Perkuat Ketahanan Pangan, Siapkan Beragam Strategi Menuju Swasembada Beras

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat langkah menuju ketahanan dan kedaulatan pangan daerah melalui berbagai strategi peningkatan produksi beras. Selain menyiapkan program perluasan lahan sawah, pemerintah juga mengoptimalkan intensifikasi pertanian serta memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan swasembada beras secara bertahap.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum, menjelaskan kebutuhan beras masyarakat saat ini mencapai sekitar 43 ribu ton per tahun. Sementara itu, produksi beras lokal masih berkisar 8 ribu ton per tahun atau hanya sekitar 18 persen dari total kebutuhan beras daerah.

Meski masih terdapat selisih antara kebutuhan dan produksi, menurut Dyah kondisi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun langkah-langkah strategis yang lebih terarah dalam memperkuat sektor pertanian.

“Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua. Kekurangan hampir 35 ribu ton per tahun dan keterbatasan lahan tentu tidak bisa terus-menerus kita bergantung dari luar daerah. Karena itu, peningkatan produksi harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Pemkab Kutim menyiapkan program ekstensifikasi berupa perluasan lahan sawah hingga 20 ribu hektare. Program ini akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan TNI, khususnya Kodim 0909/KTM, serta melibatkan sejumlah instansi terkait untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.

Dyah menegaskan bahwa pemerintah mengedepankan kehati-hatian dalam penataan lahan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Karena itu, koordinasi dilakukan bersama Badan Pertanahan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Perkebunan, Bappeda, Dinas Pertanahan Kutim, hingga Balai Taman Nasional Kutai.

“Kita harus pastikan lahan yang digunakan benar-benar clean and clear. Jangan sampai di kemudian hari muncul persoalan hukum. Karena itu, kolaborasi antar instansi menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujarnya.

Di samping perluasan lahan, pemerintah juga mempercepat peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, mekanisasi pertanian, modernisasi jaringan irigasi, peningkatan indeks pertanaman, hingga pengurangan kehilangan hasil pascapanen. Diversifikasi pangan juga terus didorong sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.

Melalui kombinasi berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutim optimistis fondasi swasembada beras dapat dibangun secara bertahap. Sinergi lintas sektor yang terus diperkuat diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar daerah pada masa mendatang.(adv)

Total Views: 337

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *