Top Banner
AdventorialKutim

TP PKK Kutim Dorong Edukasi Sosial Berbasis Keluarga hingga Tingkat Dasawisma

311
×

TP PKK Kutim Dorong Edukasi Sosial Berbasis Keluarga hingga Tingkat Dasawisma

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui TP PKK terus mengembangkan strategi pencegahan persoalan sosial dengan mengedepankan peran keluarga. Salah satu upaya yang dilakukan ialah menyelenggarakan Pelatihan Kader KISAK, KILAS, dan KIAT bagi Ketua serta Pengurus TP PKK kecamatan.

Pelatihan yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim pada Rabu (8/4/2026) tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas kader agar mampu memberikan edukasi kepada masyarakat secara berjenjang.

Ketua TP PKK Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, mengatakan meningkatnya kasus kekerasan seksual, KDRT, dan penyalahgunaan narkoba menjadi perhatian serius sehingga diperlukan langkah pencegahan yang dimulai dari lingkungan keluarga.

“Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk upaya kita untuk mencegah berbagai kasus sosial agar tidak terus meningkat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa seluruh peserta akan memperoleh materi selama dua hari sebelum nantinya meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada pengurus TP PKK tingkat desa. Setelah itu, edukasi kembali disampaikan kepada kelompok Dasawisma di setiap wilayah.

Menurut Siti Robiah, pola tersebut diharapkan mampu membangun pemahaman kolektif masyarakat mengenai berbagai persoalan sosial, termasuk pencegahan HIV/AIDS, perlindungan anak, serta literasi teknologi dalam keluarga.

“Harapan kami, ilmu yang diperoleh dapat diteruskan hingga Dasawisma sehingga masyarakat memiliki kemampuan mendeteksi persoalan sosial sejak dini,” katanya.

Dalam pelaksanaan kegiatan, TP PKK menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang. Rusnaini dari Disdukcapil Kutim membahas pentingnya administrasi kependudukan melalui program KISAK. Sementara Nurika Nugraheni dan Murti Ningsih dari Pokja I TP PKK memberikan materi mengenai perlindungan anak dari kekerasan seksual dan pemanfaatan teknologi yang aman bagi keluarga.

Pemkab Kutim menilai keberhasilan menjaga stabilitas sosial tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi juga memerlukan keterlibatan keluarga sebagai lingkungan pertama yang mampu memberikan pendidikan, perlindungan, serta pengawasan terhadap setiap anggotanya.(adv)

Total Views: 308

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *