Top Banner
AdventorialKutim

DPPKB Kutai Timur Lakukan Edukasi KB Pascasalin untuk Cegah Stunting

320
×

DPPKB Kutai Timur Lakukan Edukasi KB Pascasalin untuk Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) menggelar Sosialisasi Keluarga Berencana Pascasalin sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim, dengan melibatkan sekitar 100 peserta dari berbagai unsur pelayanan keluarga berencana dan masyarakat. 

Peserta terdiri atas penyuluh keluarga berencana (KB), kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader KB, penggerak PKK, pasangan usia subur (PUS), serta sejumlah undangan lainnya. Kegiatan dibuka Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPKB Kutim, Yuriansyah, dan dihadiri Sekretaris DPPKB Kutim, Jumran, beserta pejabat dan tamu undangan.

Sosialisasi tersebut menggabungkan edukasi kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, dan penguatan pelayanan masyarakat. Ketua PC Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kutim, Yuliana Kala’Lembang, menjadi pemateri utama dengan materi Konseling Keluarga Berencana pada Ibu Nifas 42 Hari. 

Yuliana menjelaskan masa nifas berlangsung sekitar 42 hari atau enam pekan sejak plasenta lahir hingga organ reproduksi kembali normal. Pada periode tersebut, ibu mengalami proses pemulihan, perubahan hormonal, dan laktasi yang membutuhkan pemantauan.

Ia juga mengingatkan bahwa ovulasi dapat terjadi sebelum menstruasi pertama setelah melahirkan. Karena itu, perempuan tetap memiliki kemungkinan mengalami kehamilan kembali apabila tidak memperoleh edukasi KB secara tepat.

“Tanpa perencanaan KB yang tepat, ibu berisiko mengalami kehamilan terlalu cepat yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan bayi,” demikian salah satu poin materi yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut. 

Menurut Yuliana, konseling KB dilakukan melalui komunikasi dua arah yang informatif, objektif, dan tidak memaksa. Pilihan kontrasepsi disesuaikan dengan kondisi kesehatan, riwayat penyakit, status menyusui, dan rencana jumlah anak. 

DPPKB berharap edukasi tersebut dapat membantu keluarga merencanakan kehamilan dengan tepat sehingga kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak lebih terjaga.(adv)

Total Views: 301

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *