Top Banner
AdventorialKutim

Menembus Pelosok Kutim, Bidan Perkuat Garda Kesehatan Ibu dan Anak

394
×

Menembus Pelosok Kutim, Bidan Perkuat Garda Kesehatan Ibu dan Anak

Sebarkan artikel ini

KARANGAN — Upaya memperluas jangkauan layanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus dipacu hingga ke kawasan pelosok. Melalui aksi nyata yang melampaui seremoni rutin, para bidan yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kutim turun langsung ke lapangan mengawal kesehatan reproduksi perempuan serta menekan risiko kematian ibu dan bayi.

Rangkaian gerakan sosial dan pelayanan medis ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 IBI sekaligus Hari Bidan Internasional 2026. Fokus utamanya tidak sekadar pada edukasi persalinan aman, tetapi juga deteksi dini kanker serviks melalui penyediaan pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA Test) yang diselenggarakan secara bergiliran di berbagai kecamatan sejak awal Mei.

Di Kecamatan Karangan, aksi pelayanan ini menyedot perhatian lintas sektor—mulai dari jajaran pemerintah kecamatan, aparatur desa, TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, hingga perwakilan CSR perusahaan, Kantor Urusan Agama (KUA), dan kader posyandu.

Mewakili Camat Karangan, Kepala Seksi PMDH Hubertus Umar menegaskan bahwa kualitas masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh pemenuhan gizi dan kesehatan generasi sejak berada dalam kandungan. Dalam lanskap ini, profesi bidan memegang peran yang sangat menentukan.

“Menjadi harapan kita bersama agar generasi mendatang tumbuh cerdas dan berkembang dengan baik. Ujung tombaknya berada di tangan para bidan. Pembangunan berkelanjutan bukan sekadar urusan fisik dan ekonomi, melainkan investasi kualitas manusia sejak dari rahim,” ujar Hubertus.

Hubertus menilai, keterbatasan fasilitas maupun akses di wilayah garis depan tak menyurutkan pengabdian para tenaga kesehatan ini. Pendampingan intensif bagi calon ibu dinilai vital agar proses persalinan dapat berjalan selamat dan terhindar dari bahaya yang mengancam jiwa.

“Untuk menjadi bangsa yang besar, langkahnya dimulai dari konsistensi melakukan hal-hal kecil. Edukasi kesehatan reproduksi yang dipelopori IBI adalah bentuk nyata tanggung jawab mencerdaskan kehidupan masyarakat,” tambahnya.

Langkah proaktif IBI Kutim di lapangan didukung oleh konsolidasi kelembagaan yang terstruktur. Ketua IBI Kutim, Yuliana Kalalembang, mengungkapkan bahwa pascapengukuhan pengurus baru pada September 2025, organisasinya langsung tancap gas melakukan penataan struktur hingga ke tingkat paling bawah.

“Kami telah merampungkan pembentukan 22 pengurus ranting yang tersebar di 18 kecamatan. Capaian 100 persen ini menjadi fondasi penting untuk mengawal program kerja lima tahunan,” terang Yuliana.

Menurut Yuliana, aksi bakti sosial dan layanan kesehatan gratis sepanjang 2026 ini berjalan serentak dengan agenda monitoring, evaluasi, serta penguatan kapasitas bidan di tingkat ranting. Langkah berkelanjutan ini memastikan hadirnya tenaga medis profesional yang responsif di setiap sudut pelayanan masyarakat.(adv)

Total Views: 378

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *