Top Banner
AdventorialKutim

Vaksin HPV Jadi ‘Benteng’ Kanker Serviks, Kutim Targetkan 100 Persen Screening

370
×

Vaksin HPV Jadi ‘Benteng’ Kanker Serviks, Kutim Targetkan 100 Persen Screening

Sebarkan artikel ini

SANGATTA, Kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman utama bagi kesehatan reproduksi perempuan. Untuk memutus mata rantai penyakit mematikan ini, kombinasi antara deteksi dini dan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dinilai sebagai benteng pertahanan paling krusial yang harus diambil sejak dini.

Dokter Spesialis Obstetrik dan Ginekologi, dr. Sandri, menegaskan bahwa sebagian besar kasus kanker leher rahim dipicu oleh infeksi virus HPV. Mengingat risikonya yang fatal, vaksinasi menjadi opsi pencegahan mendasar yang jauh lebih terjangkau dibandingkan biaya medis saat penyakit sudah terlanjur menggerogoti tubuh.

“Kalau hasil screening negatif, segera lanjutkan dengan vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan paling efektif dan murah,” ujar dr. Sandri dalam sosialisasi kanker leher rahim di Aula Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim).

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga gejala muncul. Begitu lesi prakanker terbentuk, fokus penanganan secara otomatis bergeser dari tindakan pencegahan menjadi pengobatan medis yang memakan biaya fantastis.

Oleh karena itu, dr. Sandri menekankan pentingnya pemeriksaan awal melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA test) atau pap smear sebelum suntikan vaksin diberikan.

Menjawab kekhawatiran sebagian orang tua terkait aspek keamanan, dr. Sandri memastikan vaksin HPV telah melalui uji klinis ketat, bebas dari efek samping berbahaya, serta aman diberikan kepada anak-anak maupun perempuan usia subur. Langkah ini juga sejalan dengan agenda Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menargetkan cakupan vaksinasi HPV mencapai 90 persen pada anak laki-laki dan perempuan.

Adapun skema pemberian vaksin HPV dilakukan dalam tiga dosis bertahap. Dosis pertama diberikan pada hari H, dilanjutkan dosis kedua empat minggu kemudian, dan dosis ketiga lima bulan setelah suntikan kedua. Perlindungan ini kemudian dapat diperkuat melalui suntikan penyegar (booster) dalam rentang 5 hingga 10 tahun berikutnya.

Akselerasi Program Nasional di Daerah

Upaya mitigasi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menyatakan pihaknya terus menggenjot integrasi pemeriksaan IVA test di seluruh jejaring puskesmas wilayah Kutim. Langkah ini menjadi bagian integral dari program nasional untuk menurunkan angka kematian akibat kanker serviks secara signifikan.

Langkah masif ini ditutup dengan target ambisius yang dipatok untuk wilayah Kutai Timur dalam kurun satu tahun ke depan.

“Kalau bisa satu tahun ke depan 100 persen wanita usia subur di Kutim sudah melakukan IVA test, dan 75 persen sudah divaksin HPV,” tutup dr. Sandri.(adv)

Total Views: 359

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *