Top Banner
AdventorialKutim

Program PENTAS Kutim Resmi Diluncurkan, Pemantauan Gizi Balita dan Ibu Hamil Diperkuat

324
×

Program PENTAS Kutim Resmi Diluncurkan, Pemantauan Gizi Balita dan Ibu Hamil Diperkuat

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meluncurkan Program Pelayanan Terpadu dan Serentak Tuntaskan Stunting (PENTAS) Kutim sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan dan pemantauan gizi bagi balita serta ibu hamil. Program tersebut diluncurkan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

Kegiatan berlangsung di Ruang Akasia, Gedung Serbaguna Bukit Pelangi. Peluncuran PENTAS menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah memperkuat pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kutim. 

PENTAS Kutim mengintegrasikan sejumlah pendekatan dalam penanganan stunting. Program tersebut mencakup deteksi dini berbasis teknologi informasi, intervensi medis, pemenuhan gizi, serta edukasi keluarga. Pelaksanaannya dilakukan secara serentak mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. 

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Yuwana, menjelaskan PENTAS merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Program tersebut juga diarahkan agar pemantauan kesehatan dan gizi tidak terputus, terutama bagi kelompok yang menjadi sasaran penanganan stunting.

“Pentas Kutim adalah program Pelayanan Terpadu dan Serentak Tuntaskan Stunting di Kabupaten Kutai Timur. Lewat gerakan ini, kita ingin memastikan tidak ada satu pun balita maupun ibu hamil yang luput dari pemantauan gizi dan kesehatan,” ujarnya. 

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, memberikan dukungan penuh terhadap peluncuran program tersebut. Ia menyebut PENTAS sebagai program inovatif yang dihadirkan untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui langkah yang terintegrasi di seluruh wilayah Kutim.

“Semoga program ini bisa mempercepatan penurunan stunting di Kutim,” harapnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah juga mengingatkan pentingnya perlindungan anak dari praktik perkawinan usia dini. Menurutnya, anak perlu memperoleh kesempatan untuk tumbuh, belajar, bermain, dan mengejar cita-cita sebelum memasuki kehidupan berkeluarga. 

Peluncuran PENTAS diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama menuntaskan stunting hingga pelosok desa di Kutim.(adv)

Total Views: 309

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *