Top Banner
AdventorialKutim

Seni dan Budaya Jadi Ruang Berkumpul Warga Kaliorang

347
×

Seni dan Budaya Jadi Ruang Berkumpul Warga Kaliorang

Sebarkan artikel ini

KALIORANG – Pentas Seni dan Budaya Topeng Ireng Pemuda Rimba kembali menjadi ruang berkumpul masyarakat Kecamatan Kaliorang. Ratusan warga dari SP 1 hingga SP 5 menghadiri pertunjukan yang digelar di Lapangan Sepak Bola Bumi Jaya, Desa Bangun Jaya.

Kegiatan tahunan tersebut digelar secara gratis bagi masyarakat. Pemuda Rimba berkolaborasi dengan grup kesenian Rampak Buto Manunggal dan Jaranan Putro Alap-Alap untuk menyuguhkan pertunjukan seni tradisional. Musik tradisional, gamelan, serta berbagai atraksi budaya turut menghidupkan suasana malam. 

Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pertunjukan seni. Pelaku UMKM lokal juga diberikan kesempatan membuka lapak dan menjajakan produk serta kuliner kepada warga yang datang. 

Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, hadir dan membuka kegiatan secara resmi. Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir, di antaranya Anggota DPRD Kutim Ardiansyah, Plt Camat Kaliorang Pitriani, Kepala Desa Bangun Jaya Supanjen, unsur Forkopimcam, Korwil Pendidikan, serta perwakilan PT Indexim Coalindo dan PT KPP. 

Ardiansyah mengapresiasi Paguyuban Pemuda Rimba yang secara konsisten menggelar kegiatan seni budaya sejak 2016. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata masyarakat dalam mempertahankan budaya di tengah perkembangan zaman. 

“Setiap wilayah memiliki ciri khas budaya. Di Kutai Timur, kita tidak hanya menjaga budaya lokal, tetapi juga memberikan ruang seluas-luasnya bagi keberagaman tradisi masyarakat untuk tampil,” ujarnya. 

Ardiansyah juga melihat kegiatan seni memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Keramaian yang tercipta dapat meningkatkan aktivitas UMKM dan perputaran ekonomi lokal.

“Agenda tahunan seperti ini bukan sekadar hiburan. Ketika warga keluar rumah, UMKM bergerak, perputaran ekonomi terjadi. Jadi, seni dan budaya juga dapat menjadi bagian dari penggerak ekonomi kerakyatan,” kata Ardiansyah. 

Kepala Desa Bangun Jaya Supanjen menyebut kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mempertemukan warga dari berbagai wilayah. 

“Acara seperti ini bukan hanya untuk hiburan. Masyarakat berkumpul, pelaku UMKM juga mendapatkan kesempatan untuk berjualan. Jadi, kegiatan budaya ini memberikan manfaat bagi banyak pihak,” ujar Supanjen.(adv)

Total Views: 335

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *