Top Banner
AdventorialKutim

Program Perlindungan dan Pendidikan Anak Kutim Dapatkan Apresiasi dari Kak Seto

343
×

Program Perlindungan dan Pendidikan Anak Kutim Dapatkan Apresiasi dari Kak Seto

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam memperkuat perlindungan dan pendidikan anak mendapat apresiasi dari Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto. Sejumlah kebijakan yang mendapat perhatian di antaranya pencanangan Wajib Belajar 13 Tahun, pembebasan biaya perlengkapan sekolah, serta rencana pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) ramah anak.

Apresiasi tersebut disampaikan Kak Seto dalam Talkshow “Sekolah Seru Mimpiku Melaju #AmandiSekolah” pada rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Kutim. Kegiatan berlangsung di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna Bukit Pelangi.

Kak Seto hadir sebagai narasumber utama bersama Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak (SRA), Baharuddin. Dalam kegiatan tersebut, keduanya membahas pentingnya menjaga kesehatan mental dan kebahagiaan anak di era modern. 

Kak Seto menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang menyenangkan. Menurutnya, anak tidak semestinya mendapatkan pendidikan melalui kekerasan atau ancaman.

“Mendidik anak tidak bisa dengan kekerasan atau kalimat yang menakut-nakuti. Anak-anak membutuhkan senyuman, dengarkan suara mereka, dan ciptakan suasana belajar yang menyenangkan (homey dan friendly). Sekolah dan rumah harus menjadi tempat yang paling merindukan bagi anak,” ujar Kak Seto dengan senyum khasnya.

Ia kemudian mengapresiasi langkah Pemkab Kutim yang telah mencanangkan Wajib Belajar 13 Tahun. Kebijakan tersebut mencakup layanan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK.

Selain itu, pemerintah daerah memberikan bantuan perlengkapan sekolah serta merencanakan RTH ramah anak di setiap kecamatan. Kebijakan tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. 

Kehadiran Kak Seto dalam kegiatan HAN juga mendapat apresiasi Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. Pasalnya, Kak Seto disebut sempat menjalani perawatan medis berupa infus sebelum keberangkatan ke Kutim.

“Kami sangat berterima kasih dan menaruh rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada Kak Seto. Walaupun kabar terakhir beliau sempat diinfus, semangat dan kecintaannya pada anak-anak membuat beliau tetap menyempatkan hadir langsung di Bukit Pelangi ini,” ungkap Ardiansyah. 

Menurut Ardiansyah, kehadiran Kak Seto menjadi dorongan bagi pemerintah, pendidik, dan orang tua untuk terus memperjuangkan hak anak.

Melalui kegiatan tersebut, Kak Seto juga memberikan pesan bahwa masa depan dan kebahagiaan anak membutuhkan komitmen serta ketulusan dari seluruh pihak.(adv)

Total Views: 332

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *