Top Banner
AdventorialKutim

Perbankan Diminta Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan, Kutim Perkuat Sektor Riil

325
×

Perbankan Diminta Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan, Kutim Perkuat Sektor Riil

Sebarkan artikel ini

SAMARINDA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong keterlibatan lebih besar perbankan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Salah satu fokusnya adalah membuka akses pembiayaan bagi UMKM, petani, dan pekebun untuk meningkatkan kontribusi sektor nonminyak, gas, dan batu bara.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Lainnya Kedua PT BPD Kaltim Kaltara Tahun Buku 2026 di Ruang Semayang Gedung Kantor Pusat Bankaltimtara, Samarinda.

Ardiansyah mengatakan Kutim membutuhkan dukungan pembiayaan untuk mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi masyarakat. Aspirasi itu disampaikannya dalam pertemuan kepala daerah se-Kaltimtara.

“Hanya satu Kutim tadi menyampaikan bahwa mudah-mudahan juga ada kontribusi Bankaltim yang ada di Kutim terkait dengan naiknya persentase PDRB kita yang non-Migas dan Batubara,” ujar Ardiansyah.

Ia menilai UMKM dan industri kreatif saat ini menjadi salah satu sektor yang menunjukkan geliat positif di Kutim. Namun, pertumbuhan tersebut perlu didukung akses modal dari lembaga perbankan.

“Semaraknya UMKM, semaraknya industri kreatif, otomatis mereka kan pasti mendapatkan banyak suntikan atau bantuan perbankan,” katanya.

Ardiansyah berharap Bankaltimtara dapat ikut memperkuat pengusaha lokal melalui pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan sektor usaha masyarakat.

Respons positif disampaikan Pemimpin Cabang Bankaltimtara Sangatta Mardiansyah. Menurutnya, pihaknya siap menjalankan program yang sejalan dengan agenda ekonomi kerakyatan pemerintah daerah.

“Kalau untuk Kutim, kami berkomitmen untuk terus membantu program dari Bupati terkait masalah ekonomi kerakyatan,” kata Mardiansyah.

Selain UMKM, pembiayaan juga diarahkan ke sektor pertanian. Mardiansyah menyebut salah satu program yang tengah berjalan berada di Kecamatan Kaliorang, yakni pembiayaan untuk petani pisang.

“Alhamdulillah sekarang sudah berjalan, dan untuk para petani alhamdulillah juga sudah mulai menerima manfaatnya,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk dukungan konkret perbankan terhadap masyarakat yang bergerak di sektor produktif.

Pemkab Kutim berharap dukungan seperti ini dapat terus diperluas. Penguatan pembiayaan sektor riil dinilai dapat menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan kemandirian masyarakat.

Melalui sinergi pemerintah dan perbankan, sektor pertanian, UMKM, dan industri kreatif diharapkan semakin mampu menopang perekonomian Kutim di luar ketergantungan terhadap migas dan batu bara.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 317

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *