Top Banner
AdventorialKutim

Duta Tamasya Perkuat Kampanye Keluarga Sehat dan Ramah Anak di Kutai Timur

346
×

Duta Tamasya Perkuat Kampanye Keluarga Sehat dan Ramah Anak di Kutai Timur

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat kampanye keluarga sehat dan ramah anak melalui penetapan Bupati Kutim dan Bunda PAUD Hj. Siti Robiah sebagai Duta Tamasya atau Taman Asuh Sayang Anak. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga dan kualitas tumbuh kembang anak.

Penetapan Duta Tamasya diharapkan semakin mendorong keluarga menciptakan pola asuh yang penuh kasih sayang, sehat secara jasmani, dan tangguh secara emosional. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045 di Kutai Timur.

Hal tersebut mengemuka dalam Talkshow “Sekolah Seru Mimpiku Melaju #AmandiSekolah” pada rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Ruang Akasia, GSG Bukit Pelangi.

Dalam forum tersebut, Pemkab Kutim bersama para pakar anak menyoroti pentingnya perlindungan fisik dan mental anak yang dimulai dari lingkungan keluarga hingga ruang publik.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan lingkungan keluarga menjadi fondasi awal perlindungan anak. Ia juga menyoroti bahaya paparan asap rokok terhadap kesehatan fisik dan tumbuh kembang generasi muda.

“Perlindungan anak harus dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Kita ingin anak-anak Kutai Timur tumbuh di lingkungan yang sehat, bebas dari ancaman asap rokok, baik di dalam rumah maupun di fasilitas umum. Ini bentuk komitmen kita dalam menjaga ketahanan fisik dan kualitas hidup mereka sejak dini,” tegas Bupati Ardiansyah.

Pemkab Kutim juga merencanakan pembangunan Taman Terbuka Hijau (RTH) ramah anak dan keluarga di setiap kecamatan. RTH tersebut diarahkan menjadi ruang publik yang bersih, hijau, aman, serta bebas dari paparan rokok dan polusi.

Sementara itu, Kak Seto menilai ketahanan keluarga harus dibangun melalui pola pengasuhan yang mendukung kesehatan mental dan emosional anak. Ia mengingatkan agar anak tidak tumbuh dalam suasana kekerasan maupun tekanan berlebihan.

“Anak-anak tidak bisa tumbuh optimal dalam suasana kekerasan atau kepungan asap rokok. Mendidik anak membutuhkan senyuman, komunikasi yang hangat, serta rasa aman. Ketika rumah dan sekolah menjadi tempat yang merindukan, di situlah ketahanan keluarga dan mental anak terbangun kokoh,” ujar Kak Seto.

Kepala DPPPA Kutim, Idham Chalid, menambahkan kampanye ketahanan keluarga dan kesehatan anak terus diintegrasikan dengan kerja sama lintas sektor, termasuk Dinas Kesehatan dan organisasi kemasyarakatan.(adv)

Total Views: 333

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *